Wednesday, June 19, 2024
spot_img
HomeInternasionalKunjungi KBRI Singapura, Mahasiswa IPB University Diskusi Potensi Agribisnis Indonesia-Singapura

Kunjungi KBRI Singapura, Mahasiswa IPB University Diskusi Potensi Agribisnis Indonesia-Singapura

Mahasiswa program Magister Agribisnis IPB University saat melaksanakan diskusi bersama dan disambut oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Singapura, Satrya Wibawa, Jumat (17/5/2024). (foto: KBRI Singapura)

Singapura, – Sebanyak 45 mahasiswa program magister Agribisnis dari IPB University melakukan kunjungan edukatif ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, pada Jumat (17/5/2024). Didampingi oleh beberapa staf pengajar, kunjungan tersebut bertujuan untuk memahami tren dan perkembangan industri agribisnis di Singapura serta membandingkannya dengan kondisi di Indonesia.

Rombongan disambut hangat oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Satrya Wibawa, serta Atase Perdagangan, Billy Anugrah. Dalam sambutannya, Atase Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa IPB University yang ingin memperluas wawasan mereka mengenai agribisnis di luar negeri.

“Reputasi Universitas IPB dalam sektor agribisnis tentu menjadi relevan dengan diskusi ini,” ujar Satrya.

”Apalagi, Singapura sebagai salah satu partner strategis Indonesia membuat hubungan kedua negara juga sangat penting untuk dipelajari dan dipahami agar kontekstual dengan geopolitik dan geoekonomi di regional Asia Tenggara,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Atase Perdagangan memberikan paparan mengenai kondisi agribisnis di Singapura, menekankan bahwa negara tersebut sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok.

“Sebanyak 93 persen bahan kebutuhan di Singapura berasal dari impor yang didatangkan dari 183 negara di seluruh dunia,” jelas Billy Anugrah. Hal ini, lanjutnya, menciptakan tantangan dan peluang tersendiri bagi Singapura dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan. Indonesia memainkan peran penting dalam sektor agribisnis Singapura melalui ekspor berbagai komoditas, termasuk produk minyak kelapa sawit dan bahan pangan lainnya.

”Salah satu kontribusi signifikan Indonesia adalah dalam penyediaan minyak sawit, di mana kebijakan biodiesel terbaru Indonesia dapat memberikan dampak positif pada pasokan ini dan stabilitas harga” jelas Billy lagi.

Strategi utama Singapura, lanjutnya, untuk meningkatkan ketahanan pangan adalah diversifikasi sumber impor. Bagi importir bahan makanan utama, Singapura juga memperkenalkan persyaratan untuk mengadopsi rencana kelangsungan bisnis, yang dapat mencakup diversifikasi sumber impor untuk mengurangi dampak gangguan pasokan pangan.

”Perbandingan antara kedua negara menunjukkan bahwa sementara Singapura lebih fokus pada inovasi teknologi dan diversifikasi sumber pangan untuk keberlanjutan, Indonesia berupaya mengatasi tantangan produksi dan keberlanjutan melalui peningkatan kebijakan dan teknologi dalam sektor agribisnisnya”, ujar Billy dalam paparannya.

Secara keseluruhan, kolaborasi antara Singapura dan Indonesia dalam bidang agribisnis tidak hanya menguntungkan kedua negara tetapi juga berkontribusi pada stabilitas dan keberlanjutan rantai pasokan pangan regional. Para mahasiswa IPB University sangat antusias dalam sesi diskusi yang berlangsung setelah pemaparan. Mereka menanyakan berbagai hal mulai dari strategi Singapura dalam menjaga ketahanan pangan, hingga peluang ekspor produk agribisnis Indonesia ke pasar Singapura. Diskusi ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa dalam mengembangkan sektor agribisnis di tanah air.

Kunjungan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan mahasiswa mengenai agribisnis global, tetapi juga mempererat hubungan antara Indonesia dan Singapura di bidang pendidikan dan perdagangan.

“Diskusi ini dapat memperkaya pengetahuan mahasiswa IPB University tentang potensi dan tantangan agribisnis antara Singapura dan Indonesia,” ujar Satrya.

Untuk diketahui, KBRI Singapura selama sejak awal tahun 2024 sudah menerima lebih dari 15 kunjungan pelajar dan mahasiswa dengan total peserta sebanyak lebih dari 700 orang. Setiap kunjungan akan difasilitasi dalam bentuk diskusi tematik dengan para atase kementrian dan diplomat kementrian luar negeri KBRI Singapura yang mendiskusikan isu-isu terkini dalam hubungan kedua negara.

(rils/rafel)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular