ISHARI Tetapkan KH Wahab Hasbullah sebagai “Bapak ISHARI” Menjelang Muktamar Ke-35 NU

Momen pengurus ISHARI Jatim sowan ke kediaman KH Hasib Wahab di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jumat (17/7/2026). (foto: ISHARI Jatim untuk Cakrawarta)

JOMBANG, CAKRAWARTA.com – Menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (ISHARI) menetapkan salah seorang pendiri NU, KH Abdul Wahab Hasbullah, sebagai “Bapak ISHARI”. Penetapan tersebut menjadi bagian dari rangkaian dukungan organisasi seni hadrah itu terhadap penyelenggaraan muktamar yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Ketua PW ISHARI NU Jawa Timur, H Sholikan Ma’ruf, mengatakan bahwa penghormatan tersebut akan diwujudkan melalui penyerahan cinderamata kepada keluarga besar KH Wahab Hasbullah yang diwakili dzurriyah beliau, KH Hasib Wahab, bertepatan dengan pelaksanaan Lailatul Hadrah pada 20 Agustus 2026.

“Beberapa hari lalu kami bersilaturahmi dengan Romo Kiai Hasib Wahab. Beliau menyambut baik keterlibatan ISHARI dalam menyukseskan Muktamar Ke-35 NU dan mempersilakan kami menggelar Lailatul Hadrah di Tambakberas sebagai ikhtiar spiritual melalui doa dan shalawat,” ujar Sholikan di Jombang, Senin (20/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, rombongan ISHARI dipimpin Ketua Umum PP ISHARI NU KH Yusuf Arif bersama Sekretaris Umum PP ISHARI NU KH Ubaid, Wakil Sekretaris PP ISHARI NU Farid Jatmiko, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur KH Dr Hakim Jailly, serta jajaran pengurus PW dan PC ISHARI NU Jombang.

Menurut Sholikan, KH Hasib Wahab juga mengusulkan agar kegiatan Lailatul Hadrah melibatkan unsur Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, Pengurus Besar NU, Pemerintah Kabupaten Jombang, serta para tamu Muktamar sehingga menjadi bagian dari rangkaian penyambutan muktamirin.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Lailatul Hadrah pada 20 Agustus 2026 juga telah dikoordinasikan dengan Ketua Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Gus Rozaq Sholeh.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan panitia lokal agar pelaksanaan Lailatul Hadrah berlangsung secara kolosal sebagai satu rangkaian kegiatan doa bersama untuk kelancaran Muktamar Ke-35 NU,” katanya.

Selain menggelar Lailatul Hadrah, ISHARI akan menyerahkan cinderamata bertajuk “Bapak ISHARI” kepada KH Abdul Wahab Hasbullah melalui KH Hasib Wahab sebagai bentuk penghormatan atas jasa beliau dalam sejarah organisasi.

Menurut Sholikan, penghargaan tersebut berangkat dari sejarah perkembangan jamaah shalawat hadrah yang diwariskan Guru Hadi, KH Abdurrahim, kepada KH Abdul Wahab Hasbullah. Dari proses itulah, kata dia, kelompok shalawat tersebut kemudian memperoleh nama Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (ISHARI).

Sebagai bagian dari dukungan terhadap Muktamar Ke-35 NU, ISHARI juga akan memasang umbul-umbul dan banner di sejumlah titik strategis menuju kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, antara lain di sekitar pintu keluar Tol Tembelang dan jalur masuk Tambakberas, guna menyambut kedatangan para peserta muktamar dari berbagai daerah.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi