Sunday, April 14, 2024
HomeSosokInspiratif, Farani Nazwa Chairunisa Irsan Raih Double Degree Dari Unair Dan Kampus...

Inspiratif, Farani Nazwa Chairunisa Irsan Raih Double Degree Dari Unair Dan Kampus Belanda

Farani Nazwa Chairunisa Irsan saat momentum wisuda ke-231 di Airlangga Convention Center, Kampus C Unair Mulyorejo, Surabaya, Minggu (5/3/2023).

SURABAYA – Farani Nazwa Chairunisa Irsan menorehkan prestasi tak biasa. Wanita yang pada Minggu (5/3/2023) menjadi wisudawati tersebut ternyata sekaligus mendapat dua gelar.

Tak tanggung-tanggung, Fani memperoleh gelar Sarjana Hukum (SH) dan Legum Baccalaureus (LLB) tersebut merupakan hasil jerih payahnya dalam menempuh program International Undergraduate Program (IUP) yang diselenggarakan oleh kampusnya, Universitas Airlangga (Unair).

Kelulusan tersebut sekaligus menjadikan wisudawan kelahiran tahun 2000 itu sebagai lulusan pertama program double-degree kolaborasi Fakultas Hukum Unair dan Faculty of Law, Maastricht University, Belanda. Mempelajari dan menerima dua gelar berbeda, membuat Farani memiliki lebih banyak kualifikasi dan pengalaman.

Farani berangkat ke Limburg, Belanda pada Agustus 2020 lalu di tengah pandemi Covid-19. Ia melakukan perkuliahan di Maastricht University hingga November 2021. Dengan sistem pembelajaran Problem Based Learning (PBL), ia mengambil mata kuliah yang membahas European Law, khususnya pada Comparative Law di yurisdiksi United Kingdom, Dutch, German, French sera United States.

Salah satu pengalaman berkesannya adalah saat menjalani pekan ujian di triwulan pertama di Maastricht University.

“Jadi pernah dua minggu sebelum ujian, saya dan teman asing saya melakukan rutinitas berupa bengong, nangis, dan belajar bareng hingga tengah malam,” sebutnya.

Kendati demikian, pengalaman tersebut justru membuatnya semakin kuat, dan terlatih untuk beradaptasi dengan sistem pendidikan yang berbeda.

Menjadi lulusan pertama dari kolaborasi ini, membuat Farani harus menanggung konsekuensi untuk lulus satu semester lebih lama dibanding yang seharusnya. Namun, wisudawan angkatan tahun 2018 itu menganggap hal tersebut imbang dengan hal-hal yang telah didapatkannya semasa perkuliahan.

“Aku ga bakal sugarcoat kalau program ini bakal gampang atau gimana, karena memang susah. Cuman kalau memang ingin gelar double-degree, memang pengorbanannya harus besar, dan ini sangat worth it,” ucapnya.

(mar/pkip/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular