Tuesday, April 16, 2024
HomeInternasionalInilah Prestasi Kemenlu RI Selama 2015

Inilah Prestasi Kemenlu RI Selama 2015

Kantor Kementerian Luar Negeri di Jalan Taman Pedjambon No. 6 Jakarta Pusat inilah segala kebijakan terkait isu luar negeri digodok. (Foto: KJRI Perth)
Kantor Kementerian Luar Negeri di Jalan Taman Pedjambon No. 6 Jakarta Pusat inilah segala kebijakan terkait isu luar negeri digodok. (Foto: KJRI Perth)

JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno L.P. Marsudi menjelaskan sejumlah capaian diplomasi luar negeri Indonesia selama 2015. Mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda tersebut mengklaim telah berusaha keras mengkomunikasikan kepentingan ekonomi RI dengan negara lain. Tujuannya yakni membuka gerbang negara untuk investasi asing dan selanjutnya meningkatkan kompetensi nasional.

“Indonesia adalah negara yang memiliki ekonomi terbuka. Ekonomi terbuka juga harus dibarengi dengan daya saing ekonomi,” ujar Menlu di kantor Pejambon, Jakarta, Kamis (7/1).

Upaya Indonesia, salah satunya adalah dengan peluncuran 8 paket ekonomi. Hal tersebut dinilai Retno berguna menjadikan negara ini lebih kompetitif menjalankan roda perekonomian. Pemerintah sendiri disebut telah aktif mendorong ekspor, menarik pemodalan dari asing dan mempromosikan pariwisata dalam negeri.

Menlu juga menjelaskan mengenai 37 pertemuan kerjasama ekonomi antara Indonesia dan negara lain selama 2015. Rata-rata, pertemuan itu adalah tindak lanjut dari diplomasi ekonomi tim Kemenlu dengan negara-negara besar, seperti Amerika, Rusia, Jepang dan India.

Negara-negara pasar non tradisional seperti Amerika Selatan dan Timur Tengah juga memiliki relasi bagus dengan Indonesia.

“Selalu ada harapan di tengah tantangan,” imbuh Menlu.

Keterbukaan Indonesia juga semakin ditingkatkan oleh Kementerian yang menggawangi urusan luar negeri RI. Guna menarik wisatawan asing, Menlu memberikan kemudahan mereka berkunjung dan berbaur dengan masyarakat Indonesia.

Sampai saat ini, ada 75 negara yang diputuskan bebas visa kunjungan ke tanah air, meskipun ujungnya hal tersebut terus dikaji agar tak disalahgunakan oknum.

Terlepas dari capaian ekonomi dan turunannya, Indonesia menurut Retno telah sangat berjasa melindungi warga Indonesia (WNI) di luar negeri. Hal tersebut adalah satu dari beberapa prioritas pemerintah Indonesia, yakni dalam membangun sistem respon cepat laporan WNI di negara lain.

Dalam setahun ini, Kemenlu sangat responsif dengan problematika WNI di luar negeri. Untuk itu, perlu sistem yang dibangun guna memandu para WNI agar tetap aman. Ada juga kerjasama dengan BNP2TKI untuk pembangunan data tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terintegrasi dan data Kementerian Hukum dan HAM.

Selama 2015 sendiri, sudah ada 11.242 kasus perlindungan WNI yang telah ditangani. Dari jumlah tersebut, kasus yang telah diselesaikan mencapai 62 persen. Sementara terkait upaya perlindungan WNI dalam bentuk repatriasi atau pemulangan, dijelaskan Retno pihaknya telah melakukan evakuasi pada WNI di wilayah konflik.

Upaya inilah yang diklaim Menlu sukses besar, karena berhasil memulangkan 94.529 WNI/TKI, yang jauh melebihi target pemerintah yang sebanyak 50.000 WNI/TKI.

“Jika seluruh aktivitas perlindungan WNI dijumlahkan, maka jumlah WNI yang tertangani adalah 109.382 orang,” pungkas Retno.

(msa/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular