Sunday, November 27, 2022
HomeSains TeknologiKesehatanIndonesia Alami KLB, Pakar: Terdisrupsi Pandemi Covid-19, Cakupan Vaksin Polio Rendah!

Indonesia Alami KLB, Pakar: Terdisrupsi Pandemi Covid-19, Cakupan Vaksin Polio Rendah!

SURABAYA – Pasca ditemukannya satu kasus polio di Kabupaten Pidie Provinsi Nanggro Aceh Darussalam, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menetapkan KLB Polio atau kejadian luar biasa agar kemudian menjdi perhatian serius semua termasuk Pemda dan masyarakat. Hal ini mengingat pada 2014 lalu, Indonesia telah menerima sertifikat eradikasi polio dari badan kesehatan dunia (WHO) sebagai tanda bahwa bebas dari penyakit polio.

Menanggapi hal tersebut, pakar epidemiologi Universitas Airlangga, Dr. dr. M Atho’illah Isvandiary, M.Si., mengatakan bahwa kemunculan kasus di Kabupaten Pidi tersebut bisa jadi bukan tipe strain 2 dan 3 yang mana Indonesia telah mendapatkan sertifikat eradikasi itu.

“Iya… Ini menarik sebenarnya. Dari 3 strain virus polio, dikatakan bahwa strain 2 dan 3 sudah tereradikasi, sehingga saat ini kalau ada kasus polio, mestinya tinggal strain 1 penyebabnya,” ujar dokter Atok -sapaan akrabnya- kepada cakrawarta.com, Senin (21/11/2022).

Menurut dosen epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) itu, tereradikasinya strain 2 dan 3 faktor terbesarnya adalah vaksinasi, didukung dengan diperbaikinya hygiene dan sanitasi.

“Karena pada dasarnya polio itu adalah virus yang menyerang lewat saluran cerna, sehingga semakin orang mengkonsumsi makanan dan air bersih atau dimasak serta cuci tangan dengan sabun sebelum makan, maka proses penularannya bisa diputus,” paparnya.

Dokter Atok memaparkan bahwa faktor program vaksinasi menjadi langkah penting dalam kasus ini, karena di Eropa dan (awalnya) di Amerika Serikat, polio sudah tereradikasi karena program vaksinasinya berjalan bagus.

“Tinggal di Afghanistan dan Pakistan dimana kasus polio masih endemis karena penolakan terhadap vaksinasi cukup kuat,” tukasnya.

Indonesia yang pernah mendapatkan sertifikat eradikasi polio tetapi masih bisa muncul kasus kembali tetap terbuka kemungkinan untuk muncul kasus kembali.

“Kenapa bisa muncul kembali padahal sudah tereradikasi? Bahwa (awalnya) di Amerika saja yang sudah tereradikasi tapi kini muncul lagi karena beberapa bulan yang lalu ditemukan virus polio di sampel air yang ada di saluran air di kota New York,” sebutnya.

Karena itu, Dokter Atok menilai bahwa vaksinasi penting dilakukan dan semakin digencarkan di Indonesia, karena meskipun pernah menyandang status tereradikasi di tahun 2014, kenyataannya di tahun 2018 lalu di Papua juga ditemukan kembali kasus polio dan sekarang di Aceh.

“Untuk potensi KLB di daerah selain Papua, saya kira ini terkait status cakupan vaksinasinya saja. Apalagi untuk kasus Aceh, cakupan vaksinasinya se-Indonesia terendah pada tahun 2021 lalu,” paparnya.

Sementara itu, terkait cakupan vaksinasi yang rendah, menurut dokter Atok bisa disebabkan banyak hal termasuk tipe vaksin dari injeksi ke oral.

“Salah satunya ya terdisrupsi oleh pandemi Covid-29, dan sebenarnya yang menjadi target saat ini adalah IPV yang merupakan tipe vaksin injeksi bukan tipe OPV yang bersifat oral alias diteteskan di mulut dan karenanya cakupannya jadi lebih rendah lagi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu menyatakan 415 kabupaten di 30 provinsi cakupan vaksin polionya memang rendah dan sangat memprihatinkan.

“Ya kalau melihat cakupan vaksin polio baik IPV dan OPV memang seluruh Indonesia rendah,” ujar Maxi pada Sabtu (19/11/2022) akhir pekan lalu.

(bus/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

Abdul Mannan on
Judyvox on
Lisavox on
Joevox on
Suevox on
Ashvox on
Markvox on
Markvox on
Maryvox on
Lisavox on
Wimvox on
Kimvox on
Eyevox on
Ugovox on
Miclhob on
Boovox on
Ashvox on
RicNus on
Miavox on
Alanvox on
RicNus on
RicNus on
Janevox on
Kiavox on
Lisavox on
Lisavox on
Yonvox on
Alanvox on
Kimvox on
Paulvox on
Annavox on
Samvox on
Jackvox on
Maryvox on
Janevox on
Jimvox on
Jackvox on
Tedvox on
Carlvox on
RicNus on
Joevox on
Ashvox on
Annavox on
Ugovox on
Boovox on
Janevox on
Denvox on
Miclhob on
Jackvox on
Paulvox on
Jackvox on
Denvox on
Paulvox on
Alanvox on
Janevox on
Markvox on
RicNus on
Amyvox on
RicNus on
RicNus on
SamuelDrumb on
GariObema on
Zakvox on
Boovox on
Boovox on
Tedvox on
Ashvox on
Paulvox on
Zakvox on
Boovox on
Markvox on
Lisavox on
Paulvox on
Yonvox on
Eyevox on
Denvox on
Judyvox on
Judyvox on
Maryvox on
Markvox on
Wimvox on
Lisavox on
Tedvox on
Teovox on
Lisavox on
Teovox on
Ugovox on
Judyvox on
Carlvox on
Ashvox on
Eyevox on
Amyvox on
Ashvox on
Maryvox on
Tedvox on
Denvox on
Ugovox on
Alanvox on
Eyevox on
Wimvox on
Kiavox on
Denvox on
Maryvox on
Maryvox on
Zakvox on
Alanvox on
Markvox on
Tedvox on
Amyvox on
Amyvox on
Carlvox on
Wimvox on
Ashvox on
Ashvox on
Zakvox on
Paulvox on
Boovox on
Kiavox on
Teovox on
Judyvox on
Broderick Rhoden on