
BLITAR, CAKRAWARTA.com – Festival NUConomic 2026 yang digelar di Kampung Coklat, Blitar, pada 5-7 Februari 2026, mendapat sambutan antusias dari warga nahdliyyin. Sebanyak 53 gerai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ditampilkan dalam pameran tersebut dipadati pengunjung dari Blitar, Malang, dan sejumlah daerah sekitarnya.
Festival ini dikemas dalam rangkaian Pameran NUConomic, GenZINU Bootcamp, serta talkshow tiga pilar ekonomi NU, yakni UMKM, filantropi, dan industri pertanian. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama.
Wakil Ketua PWNU Jawa Timur mengatakan, Festival NUConomic 2026 menunjukkan kehadiran nyata NU dalam penguatan ekonomi warga, termasuk keterlibatan generasi muda NU.
“NUConomic menjadi ruang temu antara tradisi, ekonomi umat, dan generasi Z NU yang diproyeksikan sebagai penggerak NU pada abad kedua,” kata Hakim Jayli di Blitar, Jumat (6/2/2026).
Produk Riset hingga Pasar Nasional
Pameran NUConomic menampilkan beragam produk dari sektor pertanian, kehutanan, dan kelautan, serta pendampingan UMKM melalui business coaching dan diskusi tematik. Sebanyak 53 gerai turut ambil bagian, menampilkan produk-produk unggulan warga NU dari berbagai daerah.
Salah seorang penjaga gerai LPPNU Ponorogo, Agung, mengatakan pihaknya memasarkan produk UMKM berbasis riset, seperti madu, kopi, tembakau, dan beras rendah gula. Ia berharap pameran semacam ini dapat digelar secara rutin.
“Kalau NUConomic bisa menjadi agenda berkala, UMKM berbasis riset seperti kami punya ruang yang lebih luas untuk berkembang,” ujarnya.
Antusiasme serupa disampaikan Yudi, penjaga gerai Badan Usaha Milik (BUM) Ansor Jawa Timur. Menurut dia, pameran tersebut membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk pertanian warga NU.
“Benih jagung yang kami pasarkan kini sudah menembus pasar Lampung. Harapannya bisa merambah Kalimantan dan Sulawesi,” katanya.
Selain pameran produk, gerai yang membuka layanan konsultasi sertifikasi halal gratis juga mendapat perhatian besar dari pengunjung. Dalam setengah hari, puluhan pelaku UMKM tercatat berkonsultasi terkait proses sertifikasi halal.
Direktur LSH PW ISNU Jawa Timur mengapresiasi tingginya minat warga NU terhadap sertifikasi halal. Ia menyebutkan, sejak 2021 hingga Agustus 2025, ISNU Jawa Timur telah menerbitkan sekitar 80.000 sertifikat halal.
“Ini menunjukkan kesadaran warga NU terhadap pentingnya sertifikasi halal terus meningkat,” ujarnya.
Pegiat Kelompok Kerja Hutan Sosial NU Jawa Timur, Widi Taurus, menambahkan bahwa NU juga mendampingi warga sekitar hutan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Dalam pameran tersebut, kelompok tani hutan menampilkan produk turunan hasil hutan yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Festival NUConomic 2026 juga diramaikan oleh Festival GenZINU dengan berbagai kompetisi, mulai dari Lalaran Alfiyah, Qiraatul Kutub, pidato bahasa Arab dan Inggris, hingga kompetisi kecerdasan buatan dan lomba video pendek. Koordinator Festival GenZINU mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan merawat tradisi pesantren sekaligus merespons tantangan era digital.
Festival NUConomic 2026 merupakan salah satu rangkaian puncak peringatan Harlah Satu Abad NU, yang akan ditutup dengan Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Malang, pada 7-8 Februari 2026.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi



