Saturday, January 31, 2026
spot_img
HomeEkonomikaDaerahJembatan Perintis Garuda Menjadi Nadi Baru Aktivitas Warga Ponorogo

Jembatan Perintis Garuda Menjadi Nadi Baru Aktivitas Warga Ponorogo

Progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda penghubung Desa Jalen dan Desa Dadapan di Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (31/1/2026). (foto: Muh Nurcholis)

PONOROGO, CAKRAWARTA.com – Jembatan gantung Perintis Garuda di Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, perlahan menjelma menjadi urat nadi baru perekonomian dan mobilitas warga. Jembatan ini menghubungkan Desa Jalen dan Desa Dadapan, dua wilayah yang selama puluhan tahun terpisah oleh aliran sungai.

Pembangunan jembatan tersebut dikebut melalui kerja bersama yang melibatkan personel Kodim 0802/Ponorogo, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Semangat gotong royong tampak kuat dalam proses pengerjaan, mencerminkan nilai kebersamaan yang masih mengakar dalam kehidupan warga pedesaan.

Hingga Sabtu (31/1/2026), progres pembangunan jembatan telah mencapai 70,21%. Para pekerja bahkan kerap melanjutkan pekerjaan hingga malam hari agar jembatan bisa segera difungsikan dan dimanfaatkan masyarakat.

Bagi warga Desa Jalen dan Desa Dadapan, kehadiran Jembatan Perintis Garuda membawa harapan baru. Selama ini, warga yang hendak ke sawah, kebun, atau menuju desa seberang harus menyeberangi sungai atau memutar dengan jarak yang cukup jauh. Kondisi tersebut kerap menyulitkan, terutama saat musim hujan.

“Sekarang jadi lebih mudah,” ujar Sriatun, warga Desa Jalen, dengan wajah sumringah. Ia mengaku bersyukur dengan pembangunan jembatan yang dinilainya sangat membantu aktivitas sehari-hari.
“Kalau ke sawah jadi enak, tidak perlu lagi menyeberang sungai,” tuturnya.

Sriatun berharap, jembatan tersebut tidak hanya mempermudah aktivitas pertanian, tetapi juga memberi dampak bagi pendidikan anak-anak di desanya. “Biar desa ini makin maju dan anak-anak sekolah tidak jauh kalau berangkat,” katanya.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi contoh kehadiran negara di wilayah pedesaan, menghadirkan infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Lebih dari sekadar penghubung fisik, jembatan ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi, pendidikan, dan kualitas hidup masyarakat di Kecamatan Balong.(*)

Kontributor: Muh Nurcholis

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular