
LAMONGAN, CAKRAWARTA.com – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 dari mengembangkan inovasi pakan ternak berbasis bahan lokal di Desa Pucuk, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Program bertajuk Ruminblock itu menyasar peternak ruminansia yang selama ini menghadapi persoalan keterbatasan pakan dan tingginya biaya produksi.
Kegiatan yang dilaksanakan pada akhir Januari 2026 tersebut berfokus pada pemanfaatan limbah pertanian, seperti batang pisang dan dedak padi, sebagai pakan alternatif ternak. Mahasiswa juga memperkenalkan pembuatan suplemen nutrisi berupa urea mineral block (UMB) dan urea molases mineral block (UMMB) dari bahan sampingan pertanian, termasuk tetes tebu (molases).
Koordinator kegiatan menjelaskan, program ini dirancang untuk meningkatkan kemandirian peternak dalam mengelola pakan secara lebih ekonomis dan berkelanjutan, tanpa bergantung sepenuhnya pada pakan pabrikan.
Sejumlah peternak di Desa Pucuk mengakui persoalan pakan masih menjadi kendala utama dalam usaha peternakan. Purnomo, peternak domba setempat, mengatakan keterbatasan pakan dan mahalnya biaya produksi membuat margin usaha semakin sempit.
“Biaya pakan mahal, mencari pakan juga susah, sementara harga jual ternak tidak sebanding. Kalau bukan karena hobi, mungkin saya sudah berhenti beternak,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa BBK menggelar rangkaian kegiatan edukatif dan praktis. Selain sosialisasi mengenai kebutuhan gizi dasar ternak dan pentingnya keseimbangan nutrisi, mahasiswa juga melakukan demonstrasi langsung pengolahan pakan alternatif menggunakan bahan yang mudah diperoleh di sekitar desa.
Batang pisang yang selama ini kurang dimanfaatkan diperkenalkan sebagai bahan pakan setelah dicacah dan dicampur dengan dedak padi. Sementara itu, dedak dan molases digunakan sebagai bahan utama pembuatan UMB dan UMMB yang berfungsi sebagai suplemen tambahan untuk ternak.
Melalui pendekatan tersebut, peternak tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dalam mengolah limbah pertanian menjadi pakan bernilai guna. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu peternak menekan biaya produksi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternakan rakyat.
Program pengabdian masyarakat ini juga dikaitkan dengan upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya tujuan peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui produktivitas kerja serta pola konsumsi dan produksi yang lebih bertanggung jawab.
Hingga akhir kegiatan, peternak mulai mempraktikkan pembuatan pakan alternatif secara mandiri. Mahasiswa berharap pengetahuan yang dibagikan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan peternak di Desa Pucuk.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi



