Tuesday, February 7, 2023
HomePolitikaFahd Ketum BAPERA: Mengapa Kita Tak Lanjutkan Impian Habibie Jadikan N250 Flagship...

Fahd Ketum BAPERA: Mengapa Kita Tak Lanjutkan Impian Habibie Jadikan N250 Flagship Armada Nasional?

“Beliau (Pak Habibie, red.) ingin menjadi mata air yang jernih untuk bangsa dan negerinya, Kesetaraan ekonomi dengan mengoneksikan 17.000 pulau untuk masyarakat sudah dipikirkan jauh hari oleh BJ Habibie saat masih di Jerman. Pesawat N250 adalah maha karyanya, tapi mimpi itu sekejap dimatikan oleh IMF. Rakyat menangis karena pesawat itu dimuseumkan saat ini, bukan diteruskan dan dikembangkan oleh generasi selanjutnya.”

(H. Fahd El-Fouz A Rafiq, Ketua Umum DPP Bapera)

JAKARTA – Pasca perang dunia ke II dunia, pesawat terbang memainkan peran penting untuk mempercepat aktivitas manusia mulai dari satu pulau ke pulau lain, antar negara bahkan saat ini sudah masuk tahap dari satu planet ke planet lain. Demikian disampaikan oleh Ketua Umum DPP Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) H. Fahd El-Fouz A Rafiq saat ditanya oleh cakrawarta.com terkait industri kedirgantaraan tanah air, Rabu (25/1/2023).

“Jika versi Amerika Serikat, pesawat ditemukan oleh Wright Bersaudara maka di Andalusia, Abbas bin Firnas tokoh yang menemukan mesin pesawat terbang. Tapi kita, Indonesia, punya tokoh dalam negeri yang bisa buat pesawat pertama dengan jenis N250 bernama Gatotkaca yaitu Bapak Baharuddin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia,” ucap Fahd El Fouz A Rafiq.

Fahd menambahkan bahwa cerita Indonesia dengan N250-nya Habibie yang akan menjadi raja pesawat kelas dunia dengan 17.000 pulau adalah kekuatan negeri rayuan pulau kelapa.

“Pak Habibie paham bahwa kekuatan udara yang cocok untuk konteks Indonesia adalah pesawat berbadan kecil dengan kapasitas penumpang hingga 100 orang dan N250 itu yang paling cocok karena hanya memerlukan landasan pendek,” imbuh Ketua Bidang Ormas DPP Partai Golkar.

Tapi, menurut Fahd, semua itu tinggal cerita, mimpi itu dimatikan IMF atas sebuah serangan currency warfare memakai proxy tangan George Soros di tahun 1997-1998.

“Soros itu proxy-nya Amerika Serikat untuk memukul Indonesia dengan Currency Warfare. Masih segar dalam ingatan bagaimana kekuatan rupiah dari Rp 2.500,- mendadak menjadi Rp 15.000,- dalam waktu sekian bulan dan itu semua adalah by design agar Indonesia tunduk dan patuh kepada Amerika Serikat,” tegas pria yang juga merupakan entrepreneur sukses itu.

Pesawat N250 merupakan sebuah pesawat fly by wired dan merupakan mahakarya anak bangsa untuk penerbangan dunia.Menurutnya, Habibie melihat bahwa dengan 17.000 pulau di Indonesia, akan tercipta kesetaraan apabila semuanya terkoneksi.

“Maka untuk menyambung pulau satu dengan lainnya untuk transportasi dan distribusi. Pesawat berbaling baling dengan mesin turbo prop yang hanya memerlukan landasan pendek, murah, irit biaya adalah solusinya,” tegasnya sekali lagi.

Namun hingga saat ini, Fahd amat menyayangkan karena produksi massal N250 tidak terjadi.

“Impian sudah 30 tahun lebih dan tidak pernah dimulai, diabaikan, tidak dilanjutkan, dipersulit dan tidak dibantu. Jujur, hari ini kita masih takut dengan hegemoni negara-negara kuat. Impian menguasai dirgantara dipatahkan IMF hingga saat ini tidak ada yang berani menerobosnya. IMF membatasi gerak Indonesia untuk jadi raja udara di negeri sendiri,” ungkapnya miris.

Lebih ironis lagi, menurut mantan Ketua Umum DPP KNPI itu, empat Presiden setelah Habibie, juga nampak seolah tidak menganggap karya anak bangsa tersebut dengan melakukan produksi massal pesawat N250 dan menjadikannya flagship armada nasional.

“Hingga detik ini, negeri yang dahulu bernama Nusantara masih mimpi dan jauh yang faham akan kekuatan nasional berbasis dirgantara sebagai alat angkut penyeimbang transportasi laut, dimana transportasi laut digunakan sebagai pembawa kargo dan barang berat ke seluruh pelosok pulau Indonesia dan transportasi udara untuk angkut manusia dan dokumen adalah tercepat. Kita bertanya lagi, ada apa dengan Indonesia atas kekuasaan dirgantara kok tidak dilanjutkan oleh kita sekarang?” tanyanya retoris.

“BJ Habibie pola pikirnya strategis dan mengerti industri mana yang prioritas dan harus dimajukan agar bangsa dan negara Indonesia mampu berdikari dalam menghadapi tantangan masa depan. Kita harus mampu melanjutkan impian itu. Jadikan N250 flagship armada nasional!” tutup mantan Ketum PP–AMPG tersebut dengan nada tegas.

(asw/bus/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular