Sunday, July 14, 2024
spot_img
HomePendidikanDunia KampusDosen UMY Kenalkan Artificial Intelligence Ke Sekolah Indonesia di Mekkah Arab Saudi

Dosen UMY Kenalkan Artificial Intelligence Ke Sekolah Indonesia di Mekkah Arab Saudi

Dosen Program Studi Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Nurwahyu Alamsyah (atas, kiri) saat menyampaikan materi mengenai artificial intelligence pada pelajar Sekolah Indonesia di Mekkah, Arab Saudi beberapa waktu lalu. (foto: umy/cakrawarta)

Mekkah, – Di era digital ini, teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau dikenal AI, menjadi salah satu pilar utama perkembangan teknologi khususnya di dunia pendidikan. Dengan mempelajari AI, generasi muda penerus bangsa dan negara Indonesia, akan lebih siap menghadapi masa depan yang semakin dipenuhi dengan teknologi canggih dan otomatisasi.

Oleh karena itu, penting sekali di era kekinian bagi pelajar Indonesia khususnya pelajar sekolah menengah untuk tetap membuka cakrawala pengetahuannya tentang AI, tidak terkecuali Sekolah Indonesia yang ada di Kota Mekkah, Arab Saudi.

Sekolah yang beralamat di Abdullah Arief Street, Distrik Al-Rosyaifah, Makkah Al-Mukarramah, Arab Saudi, ini awalnya, pembelajaran yang dilakukan hanyalah setingkat Sekolah Dasar (SD). Namun, karena banyaknya tuntutan masyarakat akan keberlanjutan pendidikan anak-anaknya di masa yang akan datang, maka secara bertahap dibuka empat jenjang lainnya yakni TK, SMP, dan SMA. Semuanya berorientasi pada Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional di Indonesia. Pada tahun ini, sekolah ini menerima KKN Internasional dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Pada media ini, Selasa (18/6/2024), salah seorang Dosen UMY yang mengajar Program Studi Teknologi Informasi mengatakan bahwa ada berbagai manfaat jika pelajar dapat beradaptasi lebih dini dengan kecanggihan AI. Menurutnya, pelajar yang mempelajari AI akan mengembangkan keterampilan analitis dan logis yang kuat, yang dapat diaplikasikan di berbagai bidang, bukan hanya di teknologi.

“AI sangat erat kaitannya dengan pengolahan dan analisis data. Dalam dunia yang semakin berbasis data, kemampuan untuk memahami dan menggunakan data dengan efektif menjadi sangat penting. Pelajar yang mempelajari AI akan mampu mengolah data besar (big data) dan mengambil keputusan berbasis data yang lebih baik,” ujarnya.

Dengan belajar AI, lanjutya, pelajar dapat menjadi bagian dari inovasi dan pengembangan teknologi baru yang dapat mengubah dunia. Mereka dapat berkontribusi pada penciptaan solusi yang lebih efisien dan efektif untuk berbagai tantangan global.

“Karena AI adalah bidang yang sangat inovatif dan terus berkembang secara terus-menerus,” tegasnya.

Karena itulah, Alamsyah menceritakan mengapa UMY atas pemahamannya mengenai situasi dan kondisi tersebut menjadikan AI sebagai salah satu program yang mereka bawa ketika melakukan program KKN Internasional di tahun akademik 2023/2024.

“Dalam program KKN Internasional inilah mahasiswa dan mahasiswi kami memberikan pelatihan khusus untuk siswa-siswi yang ada di Sekolah Indonesia di Mekkah, Arab Saudi,” papar Alamsyah -sapaan akrabnya-.

Selain itu, Alamsyah juga menceritakan bagaimana dirinya pada pelatihan KKN Internasional itu menjelaskan mengenai beberapa fitur dengan teknologi AI yang dapat digunakan oleh pelajar Indonesia di Mekkah. Adapun fitur tersebut diantaranya adalah personalized learning yang banyak bertebaran di internet dimana dengan wujud virtual class dapat dimanfaatkan untuk mencari alternatif referensi terhadap mata pelajaran di dalam kelas.

“Biasanya virtual class ini dilengkapi dengan fitur-fitur menarik bagi anak muda seperti virtual room, augmented reality, virtual reality hingga staf akademik yang berupa robot chat atau chatbot,” tukasnya mengutip materi yang ia sampaikan pada para pelajar Indonesia di Mekkah beberapa waktu lalu.

Menurut Alamsyah, pelatihan mengenai AI pada para pelajar Indonesia di Mekkah, Arab Saudi tersebut dibantu mahasiswa UMY saat melakukan KKN Internasional.Pelatihan itupun mendapat sambutan positif para pelajar di sana.

“Meskipun disampaikan melalui daring, namun banyak pertanyaan kritis yang diberikan siswa, salah satu kekhawatiran mereka adalah tentang ancaman di masa depan. Seperti kita tahu bahwa sudah banyak pekerjaan yang hilang dan tergantikan dengan AI,” tandasnya.

Alam menceritakan bahwa dalam setiap sesi penutup kelas atau pelatihan yang dilakukan dirinya selalu memberikan kalimat penutup menarik mengenai tak perlu takutnya diri kita pada kemajuan AI dna itu pula yang ia sampaikan pada para generasi muda bangsa Indonesia yang tengah belajar di Sekolah Indonesia di Mekkah, Arab Saudi melalui pelatihan daring yang ia lakukan itu.

“Jangan takut! Tetaplah pakai AI! Namun perlu melibatkan pikiran dan hati untuk mengoreksi hasil prompt AI. Karena AI tidak boleh dipercaya 100%! Tetap sediakan ruang untuk berpikir kritis dan selalu latih daya berpikir kritis itu dengan memperbanyak diskusi luring,” pungkas dosen muda asal Bangkalan, Madura itu.

(rafel/bus)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular