
SEOUL, CAKRAWARTA.com – Gemerlap kesuksesan BTS di panggung dunia ternyata menyimpan tekanan besar yang selama ini jarang diketahui publik. RM, sang leader grup, akhirnya buka suara mengenai beban yang ia rasakan selama memimpin BTS, mulai dari tekanan popularitas global hingga tuntutan budaya digital yang bergerak begitu cepat.
Dalam wawancara bersama Bella Freud, RM mengungkapkan bahwa pencapaian BTS sebagai salah satu grup musik terbesar di dunia sebenarnya bukan tujuan utama ketika mereka memulai perjalanan karier.
“Kami tidak pernah memulai dengan tujuan menjadi terkenal di seluruh dunia,” ungkap RM, seraya menegaskan bahwa kesuksesan internasional datang sebagai hasil dari perjalanan panjang yang tidak pernah mereka rencanakan sejak awal.
Meski kini BTS identik dengan rekor dunia, puncak tangga lagu, dan basis penggemar global, RM mengaku ada sisi lain yang tak banyak terlihat. Ia mengatakan tekanan untuk terus mempertahankan pencapaian, mengejar angka di berbagai tangga lagu, serta menghadapi derasnya dinamika media sosial menjadi tantangan yang tidak ringan.
Menurut RM, budaya digital yang serba cepat justru menjadi salah satu hal yang paling ia khawatirkan. Arus informasi yang bergerak tanpa henti membuat tekanan terhadap figur publik semakin besar, terutama ketika setiap pencapaian selalu diukur melalui statistik, peringkat, dan respons di media sosial.
Leader BTS itu juga mengenang bagaimana perannya di dalam grup mengalami perubahan seiring waktu. Pada masa-masa awal debut, RM mengaku memiliki gaya kepemimpinan yang lebih tegas karena seluruh anggota masih berproses membangun arah bersama.
Namun, ketika masing-masing personel mulai menemukan karakter dan identitasnya sendiri, RM menyadari bahwa cara memimpin juga harus berubah. Ia pun belajar menjadi sosok yang lebih banyak mendengar, berdiskusi, dan membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan para anggota.
Perubahan pendekatan tersebut, menurut RM, menjadi salah satu kunci bertahannya BTS selama bertahun-tahun di tengah tekanan industri hiburan global yang semakin kompetitif.
Meski perjalanan sebagai pemimpin grup dunia tidak pernah lepas dari tekanan, RM mengaku seluruh beban itu terasa sepadan ketika para anggota BTS menyampaikan apresiasi atas perannya sebagai leader.
Bagi RM, pengakuan dari rekan-rekan satu grup menjadi penghargaan yang jauh lebih berarti dibandingkan angka di tangga lagu atau berbagai pencapaian yang diraih BTS di panggung internasional.
Pengakuan jujur RM itu memperlihatkan sisi manusiawi seorang pemimpin yang selama ini dikenal tenang dan karismatik di depan publik. Di balik sederet rekor dan kesuksesan global BTS, tersimpan perjuangan menjaga kebersamaan, komunikasi, dan kepercayaan di antara tujuh anggota yang telah tumbuh bersama selama lebih dari satu dekade.(*)
Kontributor: Rika
Editor: Rafel








