
KUALALUMPUR, CAKRAWARTA.com – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong kader diaspora untuk mengambil peran strategis dalam memperkuat dakwah Islam berkemajuan di tingkat global. Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembekalan kader Muhammadiyah se-Malaysia yang digelar di Rumah Hamka Malaysia (Ruhama), Kuala Lumpur, Sabtu (10/1/2026).
Pembekalan ini dihadiri Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pembinaan Kader H. Agung Danarto serta Ketua PP Muhammadiyah Bidang Kesehatan dr. Agus Taufiqurrohman, dan diikuti kader Muhammadiyah dari berbagai latar belakang, termasuk delegasi Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan menjelang pengukuhan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia periode 2026-2028 dan Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Malaysia periode 2025-2027.
Agung Danarto menegaskan bahwa keberadaan kader Muhammadiyah di luar negeri merupakan modal penting dalam agenda internasionalisasi persyarikatan. Menurut dia, diaspora Muhammadiyah di Malaysia yang terdiri atas pekerja, mahasiswa, hingga keluarga, memiliki posisi strategis dalam menyebarkan nilai-nilai Islam berkemajuan lintas negara.
“Dimanapun kader Muhammadiyah berada, semangat dakwah dan pengabdian harus tetap dijaga. Kader diaspora memiliki peluang besar menjadi penghubung antara Muhammadiyah dan komunitas global,” ujar Agung.
Ia menambahkan, internasionalisasi Muhammadiyah bukan semata perluasan organisasi, melainkan ikhtiar menghadirkan Islam yang berkemajuan, inklusif, dan solutif di tengah dinamika masyarakat global.
Sementara itu, dr. Agus Taufiqurrohman menekankan pentingnya peran kader Muhammadiyah sebagai problem solver di lingkungan tempat mereka bermukim. Kehadiran Muhammadiyah di luar negeri, kata dia, harus mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, baik melalui pendidikan, kesehatan, maupun advokasi sosial.
“Program strategis seperti pendirian Universitas Muhammadiyah Malaysia, fasilitasi pekerja migran melalui SaranMu, hingga gagasan pengembangan sekolah internasional Muhammadiyah perlu dibarengi dengan penguatan nilai dakwah Islam berkemajuan,” kata Agus.
Sejumlah kader diaspora menilai pembekalan tersebut mempertegas peran generasi muda Muhammadiyah dalam pembangunan sumber daya manusia berkelas global. Salah seorang delegasi UMAM, Fakhruddin Arrozi, menyebut mahasiswa diaspora memiliki posisi penting sebagai investasi jangka panjang persyarikatan.
Ketua PCIM Perancis yang tengah menempuh studi doktoral di UMAM itu menilai Malaysia sebagai ruang strategis bagi konsolidasi kader internasional Muhammadiyah, khususnya di kawasan Asia Tenggara dan Eropa.
Pandangan serupa disampaikan delegasi UMAM lainnya, H.M.I. el Hakim, yang juga Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PDM Kota Surabaya. Menurut dia, arahan PP Muhammadiyah memperjelas mandat PCIM dan kader diaspora untuk mengembangkan dakwah internasional yang berkelanjutan dan berdampak.
“Tantangan ke depan adalah menerjemahkan gagasan internasionalisasi ke dalam program konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti penguatan institusi pendidikan dan advokasi ketenagakerjaan,” ujarnya langsung dari Malaysia, Selasa (13/1/2026) malam.
Kegiatan pembekalan ini menjadi bagian dari rangkaian pengukuhan PCIM Malaysia periode 2026-2028 yang dipimpin H. Fauzi Fatkhur sebagai ketua, dengan Aunillah Ahmad sebagai sekretaris dan Ikhwan Fauzi Nasution sebagai bendahara. Adapun PCIA Malaysia periode 2025-2027 dipimpin oleh Dr. Dini Oktarina Dwi Handayani bersama jajaran pengurus Aisyiyah se-Malaysia dari berbagai latar keahlian.(*)
Kontributor: Muhammad Imam
Editor: Abdel Rafi



