
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Gerakan koin infak yang dikelola secara konsisten di tingkat ranting membuktikan bahwa gotong royong warga mampu melahirkan layanan publik yang nyata. Hal itu menjadi sorotan dalam kegiatan Turun ke Bawah (Turba) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya di MWCNU Mulyorejo, Minggu (5/7/2026), yang dirangkai dengan santunan anak yatim dan peresmian mobil ambulans hasil swadaya warga.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SD Al Islam Surabaya itu bertepatan dengan 19 Muharam 1448 Hijriah atau bulan yang dikenal sebagai Syahrul Yatama, sehingga diwarnai penyerahan santunan kepada 25 siswa yatim SD Al Islam oleh jajaran PCNU Surabaya.
Turba dihadiri jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Surabaya, sejumlah lembaga seperti LP Ma’arif NU, LKNU, LAZISNU, LTMNU, LPBH NU, serta LPBI NU-LWF. Hadir pula badan otonom di antaranya PC Fatayat NU dan PC IPPNU. Dari pihak MWCNU Mulyorejo, seluruh unsur kepengurusan Syuriyah, Tanfidziyah, ranting, dan badan otonom turut mengikuti kegiatan tersebut.
Ketua MWCNU Mulyorejo Moh. Shoim Syahri mengungkapkan, salah satu capaian yang paling membanggakan adalah keberhasilan program kotak koin infak yang dijalankan secara rutin oleh ranting-ranting NU.
“Dua ranting yang paling menonjol adalah Ranting Dukuh Sutorejo dan Ranting Mulyorejo. Keduanya berhasil menghimpun dana lebih dari Rp100 juta. Bahkan Ranting Dukuh Sutorejo mampu membeli satu unit mobil ambulans melalui pembayaran bertahap selama tiga tahun hingga akhirnya lunas,” ujarnya.
Menurut Shoim, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan infak masyarakat secara transparan dan berkesinambungan mampu menghadirkan manfaat langsung bagi warga.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tanfidziyah PCNU Surabaya KH Ir. H. Masduqi Thoha menjelaskan bahwa Turba merupakan agenda yang dirancang untuk melihat secara langsung perkembangan organisasi hingga tingkat kecamatan dan ranting.
Ia menyebutkan, kunjungan ke MWCNU Mulyorejo merupakan Turba ke-20 yang telah dilaksanakan PCNU Surabaya.
“Setelah mendengar paparan dan melihat langsung berbagai program yang berjalan, kami menilai MWCNU Mulyorejo termasuk kategori MWCNU yang baik, baik dari sisi organisasi maupun pelaksanaan program kemasyarakatan,” katanya.
Turba juga diisi dialog terbuka antara peserta dengan berbagai lembaga PCNU Surabaya. Beragam persoalan organisasi dibahas, mulai isu wakaf, pendidikan melalui LP Ma’arif, hingga persoalan kepemudaan yang dijawab langsung oleh jajaran PCNU Surabaya.
Puncak kegiatan ditandai dengan peresmian mobil ambulans milik Ranting NU Dukuh Sutorejo. Prosesi dilakukan oleh jajaran PCNU Surabaya dengan penyiraman bunga sebagai simbol dimulainya operasional kendaraan layanan sosial tersebut.
PCNU Surabaya berharap ambulans hasil gotong royong warga itu dapat memberikan pelayanan kesehatan dan kemanusiaan secara luas, khususnya bagi warga Nahdlatul Ulama di kawasan Mulyorejo.
Dihubungi terpisah oleh media ini, Senin (6/7/2026), Katib Syuriyah MWCNU Mulyorejo, Ahmad Zaini Ilyas, menilai rangkaian Turba tahun ini tidak hanya menjadi forum evaluasi organisasi, tetapi juga memperlihatkan bahwa kekuatan NU tumbuh dari partisipasi masyarakat di tingkat akar rumput.
“Momentum Muharam menjadi pengingat bahwa kepedulian kepada anak yatim dan semangat gotong royong harus berjalan beriringan. Kehadiran ambulans dari hasil koin infak menjadi bukti bahwa kepedulian kecil yang dilakukan secara istiqamah dapat menghadirkan manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Ahmad Zaini Ilyas.(*)
Kontributor: Tommy
Editor: Abdel Rafi








