Monday, April 22, 2024
HomePendidikanCak Nun: Takdirnya Pemerintah Sekarang Menyengsarakan Biar Rakyat Jadi Tangguh

Cak Nun: Takdirnya Pemerintah Sekarang Menyengsarakan Biar Rakyat Jadi Tangguh

Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun dan Kiai Kanjeng saat tampil di Tadabbur Kebangsaan dalam rangka peresmian Masjid Ulul Azmi Kampus C Mulyorejo Universitas Airlangga (Unair), Kamis (26/5/2016) malam. (Foto: akun twitter Pemuda Harapan Bangsa).
Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun dan Kiai Kanjeng saat tampil di Tadabbur Kebangsaan dalam rangka peresmian Masjid Ulul Azmi Kampus C Mulyorejo Universitas Airlangga (Unair), Kamis (26/5/2016) malam. (Foto: akun twitter Pemuda Harapan Bangsa).

SURABAYA – Budayawan kenamaan Emha Ainun Nadjib bersama group musiknya Kiai Kanjeng hadir dalam peresmian Masjid Ulul Azmi di Kampus C Mulyorejo Universitas Airlangga (Unair). Tokoh yang akrab dipanggil Cak Nun dalam kesempatan tersebut berbicara mengenai topik dan masalah-masalah kebangsaan.

Dipandu oleh moderator kawan Suko Widodo, acara yang dikemas santai tapi serius tersebut dipenuhi oleh ribuan jamaah yang sebagian besar adalah civitas akademika Unair dan jamaah maiyahan yang selalu hadir dimanapun Cak Nun tampil.

Dalam satu sesi ‘pengajian’ terdapat momentum dimana anak muda dan mahasiswa tampil berbicara untuk berinteraksi dengan Cak Nun. Terdapat seorang anak muda yang meminta penjelasan terkait kondisi kekinian bangsa Indonesia dimana faktanya kaum pribumi kian tersingkir dan makin melarat.

“Bagaimana ini Cak Nun, di berbagai daerah terkait penguasaan lahan misalnya kaum pribumi kian terjepit. Tersingkir. Ada apa ini?” tanya dengan nada serius.

Tentu saja bisa dipastikan ini mengenai fakta kekinian dimana sekelompok kecil orang di Indonesia yang menguasai hampir keseluruhan sektor agraria. Cak Nun memberikan jawaban bahwa ini adalah cara Tuhan agar rakyat menyadari dirinya sebagai manusia merdeka.

“Kalau dibaca ya maksudnya Tuhan ini kalian diberi Pemerintah yang menyengsarakan rakyat. Rakyat tengah dilatih agar menyadari dirinya untuk menjadi ptibadi merdeka. Biar kalian tangguh. Tak kandani iki (saya beri tahu ini),” ujar suami Novia Kolopaking itu dengan nada sarkastik diiringi gelak tawa ribuan jamaah yang hadir.

Cak Nun memberikan petuah untuk mempelajari sebab-akibat dari kejadian yang tidak baik saat ini dan harus kritis tetapi tidak bisa dijadikan sebagai kebenaran objektif karena ia hanya milik Allah dan Nabi.

“Pelajarilah penyebab dari akibat buruk saat ini yang kita rasakan. Kok bisa begitu. Dari sana kita bisa menemukan banyak hikmah tetapi bukan kebenaran objektif karena ia wilayahnya Allah dan Nabinya,” tandasnya.

(bus/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular