Thursday, February 22, 2024
HomePolitikaBantah KH Muhyidin Junaidi, AL-MATIEN Pro 08 Sebut Prabowo Ingin Militer Palestina...

Bantah KH Muhyidin Junaidi, AL-MATIEN Pro 08 Sebut Prabowo Ingin Militer Palestina Sekuat Rusia atau Indonesia

Dr. KH. Arip Rahman, Lc MA, Ketua Aliansi Ulama Alumni Timur Tengah atau Al-MATIEN. (foto: istimewa)

JAKARTA – Aliansi Ulama Alumni Timur Tengah (AL-MATIEN PRO 08 menilai penyebutan Gaza sebanyak dua kali oleh calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto dalam debat ketiga dengan tema pertahanan, keamanan, geopolitik, hubungan internasional, dan politik luar negeri adalah sebagai bentuk keberpihakannya terhadap bangsa Palestina dari penindasan zionis Israel.

“Prabowo Subianto tidak melakukan blunder ketika menyebut Gaza lemah, justru dia menunjukkan keseriusan dan keberpihaknnya terhadap perjuangan Palestina. Gaza dianggap lemah karena tidak memiliki persenjataan yang cukup melawan penindasan Israel. Bukan lemah mental atau lemah perjuangannya,” kata Dr Arip Rahman, LC, MA, Ketua Al Matien Pro 08 dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (10/1/2024).

Arip Rahman berpandangan apa yang disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Muhyidin Junaidi yang mengatakan, bahwa Prabowo Subianto memiliki Islamphobia dan menyesatkan pernyataanya soal Gaza Palestina, adalah tidak benar.

“Hingga saat ini Prabowo adalah satu-satunya capres yang memiliki perhatian dan dukungannya yang nyata bagi kemerdekaan bangsa Palestina agar terlepas dari cengkeraman zionis Israel,” katanya

Arip menegaskan, bangsa Palestina tengah digenosida oleh Israel saat ini, terutama di Gaza karena tidak memiliki militer. Sebab, Hamas bukan militer resmi Palestina, melainkan adalah pejuang tangguh yang gigih dari bangsa Palestina.

“Bayangkan apabila Palestina punya militer sekuat Rusia atau Indonesia, pasti Israel dan sekutunya tidak akan berani macam-macam,” ujar Arip Rahman.

Arip mengatakan, penyebutkan ‘Gaza sebagai bangsa lemah sehingga ditindas Israel’ tidak berkonotasi negatif, justru untuk membangkitkan semangat perlawanan bangsa Palestina melawan Israel, serta bangsa-bangsa lain untuk segera membantu kemerdekaan Palestina.

“Kalaulah secara militernya kuat maka tidak akan terjadi kekejaman, kebengisan dan genosida di jalur Gaza. Indonesia juga harus terus menerus memperkuat ketahanan nasional agar bisa membantu saudara kita di Palestina,” katanya.

Karena itu, kata Arip, apa yang disampaikan Prabowo soal isu Palestina ini tidak hanya terdengar saat Pilpres saja, tapi jauh sebelum Pilpres. Prabowo, lanjutnya, justru senantiasa menyuarakan soal isu Palestina.

Ia pun berharap Palestina menjadi bangsa yang kuat dan mampu melawan penindasan terhadap rakyatnya yang tidak berdosa.

“Jadi pernyataan Pak Prabowo jangan disalah-tafsirkan karena masyarakat sudah paham, bahwa selama ini Menhan Prabowo selalu mendukung kemerdekaan Palestina. Bahkan Pak Prabowo memberikan dukungan kongkrit menyumbang dari koceknya sendiri uang sebesar 5 miliar, sementara adiknya menyumbang 1 miliar rupiah,” jelasnya.

Ketua Al Matien Pro 08 ini membantah pernyataan KH Muhyiddin Junaidi yang menyebut Prabowo Subianto seperti orang yang sudah tercuci otaknya, sehingga punya sikap negatif terhadap pejuang Islam.

“Pandangan di atas adalah tidak benar. Kebijaksanaan pemerintah Indonesia baik Presiden, Menhan hingga Menlu atas keberpihakan terhadap bangsa Palestina mendapatkan sambutan positif dari rakyat,” katanya.

“Bahkan semua elemen bangsa memuji dan berterima kasih kepada pemerintah termasuk para ulama dan aktivis perjuangan Palestina di Indonesia,” sambungnya.

“Jadi dalam hal ini kita harus obyektif karena pemerintah termasuk Pak Prabowo tidak memiliki sikap negatif terhadap perjuangan Palestina,” imbuhnya.

Arip berharap agar KH Muhyiddin Junaidi tidak tendesius dan berprasangka tidak baik terus menerus kepada Prabowo Subianto dan pemerintah Indonesia.

Sebab, kelompok pejuang muslim di Palestina yang di Barat dan Israel ditempatkan sebagai kelompok teroris, justru kelompok tersebut mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Indonesia, baik di kancah internasional seperti PBB, OKI dan ASEAN maupun di dalam negeri.

“Adalah tidak benar pejuang Palestina adalah kelompok teroris yang harus dibumihanguskan, maka untuk itu Pak Prabowo Subianto sangat perhatian sekali terhadap rakyat Palestina, agar Palestina memiliki militer resmi yang kuat,” pungkasnya.

(rils/rafel)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular