Tuesday, January 13, 2026
spot_img
HomeSosokAnggun Mochammad Yusuf, Dokter Hewan yang Merintis Klinik Hingga Brunei

Anggun Mochammad Yusuf, Dokter Hewan yang Merintis Klinik Hingga Brunei

drh. Anggun Mochammad Yusuf dalam ilustrasi. 

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Anggun Mochammad Yusuf menempuh jalur yang tidak banyak dipilih sejawatnya. Selepas menyelesaikan pendidikan dokter hewan dan mengucapkan sumpah profesi, ia tidak langsung membangun praktik di tanah kelahiran. Pilihannya justru berangkat ke Brunei Darussalam, mencari pengalaman sekaligus menyiapkan langkah mandiri.

Anggun merupakan alumnus angkatan pertama Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga. Lahir dan besar di Banyuwangi, ia mengaku telah menaruh minat pada dunia usaha sejak usia muda. Pengalaman bekerja di luar negeri selama sekitar satu tahun ia manfaatkan untuk memperdalam praktik klinis sekaligus memahami tata kelola layanan kesehatan hewan.

“Bekerja untuk usaha sendiri memberi ruang untuk mengatur waktu dan menikmati proses,” ujar Anggun.

Sekembali ke Indonesia, Anggun mendirikan klinik hewan pertamanya, Amy Animal Care, di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Klinik tersebut berkembang relatif cepat. Pada 2023, Anggun membuka cabang kedua di Brunei Darussalam. Ekspansi berlanjut pada April 2025 dengan pembukaan cabang di Klatak, Banyuwangi, disusul cabang di Jajag, Banyuwangi, pada tahun yang sama.

Menurut Anggun, setiap tahap pengembangan dilakukan dengan perencanaan matang. Ia menyiapkan lokasi, peralatan praktik, hingga konsep layanan sejak awal. “Semuanya diperhitungkan agar klinik bisa berjalan berkelanjutan,” katanya.

Layanan Amy Animal Care mencakup praktik klinik, laboratorium, pet shop, layanan kunjungan ke rumah, serta fasilitas rawat inap, termasuk untuk hewan berukuran besar. Klinik ini juga menangani sejumlah kasus penyakit virus yang belum banyak ditangani klinik lain. Selain hewan peliharaan, layanan mencakup hewan akuatik, unggas, hingga satwa liar.

Pengalaman tersebut tidak lepas dari kebiasaan Anggun mengikuti magang sejak semester awal perkuliahan. Ia berpindah dari satu klinik ke klinik lain, termasuk di luar Pulau Jawa, untuk mempelajari operasional, manajemen, dan kebutuhan layanan kesehatan hewan. Pengetahuan itu kemudian diterapkan secara bertahap dalam pengembangan kliniknya.

“Dokter hewan tidak hanya berhadapan dengan hewan peliharaan, tetapi juga hewan akuatik, unggas, dan satwa liar,” ujarnya.

Dalam menjaga kualitas layanan, Anggun aktif mengikuti seminar serta membangun jejaring dengan sesama praktisi. Ia menilai, kemampuan teknis perlu dilengkapi dengan komunikasi yang baik, sikap profesional, dan kemampuan membangun kepercayaan dengan klien.

Ke depan, Anggun berharap klinik yang dirintisnya dapat membuka cabang di lebih banyak wilayah dan berkontribusi menciptakan lapangan kerja. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran sejak dini bagi mahasiswa untuk menentukan arah.

“Kenali diri sendiri dan terus belajar. Tanpa belajar, kita akan tertinggal,” kata Anggun mengakhiri keterangannya dengan memberikan pesan penting bagi anak muda di generasinya. (*)

 

Kontributor: Khefti PKIP

Editor: Tommy dan Abdel Rafi

Previous article
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular