Sunday, May 12, 2024
HomeEkonomikaNasionalAliansi Tarik Mandat Ajak Rakyat Kepung DPR

Aliansi Tarik Mandat Ajak Rakyat Kepung DPR

Jokowi-JK Berbincang Pada Musrenbangnas 2015. (Dok. JusufKalla.Info)
Jokowi-JK Berbincang Pada Musrenbangnas 2015. (Dok. JusufKalla.Info)

JAKARTA –  Usia 17 tahun reformasi tidak serta merta membuat rakyat semakin berdaulat, dan membuat rakyat sejahtera. Dalam perjalanannya, reformasi justru membuka peluang kekuatan di luar negara mengatur bagaimana dan kemana negara ini mengarah. Demikian disampaikan oleh Karman BM, Ketua Presidium Aliansi Tarik Mandat (ATM) kepada tim Cakrawarta.

“Corporatism behind the government.Keberlangsungan negara ini nyaris tergantung pada kekuatan modal. Maka sistem yang lahir dari reformasi, mesti dievaluasi dan dikritisi,” ujar Karman di Jakarta, Senin (26/10).

Karenanya, Karman menyampaikan bahwa peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober nanti, akan menjadi momentum bagi ATM untuk membangun komitmen kebangsaan anak-anak muda untuk bangkitkan narasi pembelaan atas kepentingan nasional dan perlawanan atas sistem yang liberal dan rezim yang anti rakyat.

“Ayo kita kepung DPR/MPR kembali. Mengingatkan para pemangku amanah di Senayan, untuk segera melaksanakan Sidang Istimewa (SI) kembalikan UUD 1945 pra amandemen; cabut mandat rakyat dari Jokowi-JK dan segera nasionalisasi aset-aset bangsa yang dikuasai asing,” papar Karman dengan tegas.

Menurut Karman, isu pencabutan mandat rakyat karena rezim Jokowi-JK telah jauh dari janji-janji politiknya dan jargon Nawacita ditinggalkan. Karenanya ATM akan mendorong terus dan mengaja semua elemen bangsa untuk memperjuangkan 3 tuntutan mereka. Gedung DPR/MPR dipilih karena dinilai parlemen memiliki peran strategis untuk melakukan evaluasi terhadap amandemen UUD 1945.

“DPR itu punya peran strategis dalam konteks amandemen konstitusi. Amandemen ini bukan wahyu. Ia kreasi manusia-manusia yang di MPR dulu. Yang hari ini banyak pihak menilai dan mengevaluasi bahwa amandemen yang ada sejak 2002 itu kebablasan. Amandemen yang ada sekarang justru mengancam kehidupan berbangsa kita,” pungkasnya.

Untuk diketahui, rencana aksi besar-besaran yang libatkan ribuan massa dari berbagai elemen ini akan dilaksanakan pada Rabu, 28 Oktober 2015 mendatang tepat pada momentum peringatan Sumpah Pemuda yang ke-87.

(bti/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular