
Salatiga, – Universitas Airlangga (Unair) khususnya Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) tiada henti melahirkan alumni mumpuni yang selalu siap mengabdi dan berkontribusi pada negeri. Salah satu diantara alumni mumpuni yang setia membangun dan mengabdi pada tanah air tercinta tersebut adalah Akhmad Saikhu, SKM., MSc.PH yang saat ini menjabat sebagai Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan Salatiga, Jawa Tengah.
Melalui wawancara khusus dengan tim cakrawarta.com, Sabtu (5/10/2024), Akhmad Saikhu yang dengan keilmuan dan keahliannya sering berpartisipasi dalam forum nasional maupun internasional itu menceritakan bagaimana dulunya ia memilih jurusannya ketika itu yang menandaskan bahwa reputasi kelembagaan menjadi faktor utamanya. Tim media ini (CW) mengajukan sejumlah pertanyaan yang kemudian dikemas dalam bentuk jawaban olehnya (AS) yang detail dan bernas.
CW: Apa yang mendasari anda, dulunya, memilih kuliah di FKM Unair?
AS: Saya memilih kuliah di FKM Unair, sebelumnya adalah Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (Prodi S1-IKM Fakultas Kedokteran) tahun 1987, karena reputasinya yang sangat baik dalam bidang kesehatan masyarakat di bawah naungan Fakultas Kedokteran. Selain itu, Unair menawarkan kurikulum yang komprehensif dan dosen-dosen yang berpengalaman, yang saya yakini akan memberikan landasan yang kuat untuk karier saya di masa depan. Pada tahun-tahun awal mulainya program studi di FKM di Unair, saya mengetahui informasi bahwa lulusannya akan diterima sebagai PNS dengan ‘ikatan dinas’ yang menambah motivasi untuk masuk kuliah di FKM Unair.
CW: Bagaimana perjalanan karier anda pasca menunaikan studi di FKM Unair?
AS: Saya lulus kuliah di Prodi S1-IKM FK Unair tahun 1991. Semua lulusan Prodi S1-IKM FK Unair diberikan kesempatan tanpa melalui tes menjadi PNS melalui program Inpres di Kementerian Kesehatan, menjadi tenaga Kesehatan Masyarakat. Saya diangkat sebagai CPNS tahun 1992 dan mulai bekerja sebagai tenaga administrasi kesehatan di Dinas Kesehatan Kab. Ogan Komering Ulu Propinsi Sumatera Selatan. Kemudian berturut-turut ditunjuk sebagai pejabat struktural sebagai Kepala Subseksi Pembinaan Puskesmas (Eselon V) tahun 1994, Kepala Seksi Pemulihan Kesehatan (Eselon IV) tahun 1996 dan Kepala Subbag Tata Usaha (Eselon IV) di Dinas Kesehatan Kab. OKU tahun 1998. Selain sebagai pejabat struktural, saya juga diberikan amanah sebagai Pemimpin Proyek (Pimpro) Inpres Bantuan Dati II (IBDT II) tahun 1995-1998 setelah saya lulus ujian dalam Kursus Manajemen Proyek (KMP) tahun 1994 sebagai syarat untuk menjadi pemimpin proyek.
Tahun 1999, saya diangkat sebagai Kepala Stasiun Lapangan Pemberantasan Vektor (SLPV) Baturaja Sumatera Selatan, jabatan non-struktural, melalui Proyek Intensified Communicable Disease Control – Asian Development Bank (ICDC-ADB) Kementerian Kesehatan di bawah Ditjen P2PL. Statiun Lapangan Pemberantas Vektor (SLPV) Baturaja mempunyai tugas utama melakukan bimbingan, survei, penelitian dan pengkajian terhadap kualitas upaya pemberantasan malaria dan penyakit bersumber Binatang lainnya di regional Sumatera. Karier berikutnya seiring dengan perkembangan kebutuhan program, penataan organisasi serta transformasi di Kementerian Kesehatan, berturut-turut ditunjuk sebagai Kepala UPF Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit (UPF PVRP) Baturaja tahun 2000 di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kepala Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (Loka Litbang P2B2) Baturaja tahun 2003 sampai dengan tahun 2010.
Untuk pengembangan wawasan, karier dan tour of duty di lingkungan Badan Litbangkes Kemenkes RI, tahun 2010-2016 saya diangkat menjadi Kepala Bagian Tata Usaha (Eselon III) Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) di Tawangmangu Jawa Tengah, tahun 2016-2018 menduduki jabatan sebagai Kepala Bidang Program, Kerjasama, Jejaring dan Informasi (Eselon III) di UPT yang sama. Tahun 2018-2023 naik jabatan menjadi Kepala B2P2TOOT Tawangmangu (eselon II). Kemudian, pada bulan November – Desember 2023 menjadi Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga. Mulai tahun 2024, B2P2VRP bertransformasi menjadi Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BBLKL) Salatiga. BBLKL adalah nama lain dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Tier 5 yang merupakan Laboratorium Rujukan Nasional (National Reference Laboratory) bidang vektor, zoonosis, reservoir dan faktor resiko kesehatan lingkungan. Selain jabatan struktural, saat ini saya juga mempunyai jataban fungsional sebagai Administrasi Kesehatan (Adminkes) jenjang madya.
Selain karier jabatan, saya juga mendapatkan beasiswa dari Kemenkes RI melanjutkan pendidikan/tugas belajar jenjang S2 Public Health di Griffith University Queensland Australia, tahun 2001-2002.
Berkarier di Kementerian Kesehatan RI, saya banyak mendapatkan kesempatan bertugas sebagai delegasi pemerintah RI di berbagai pertemuan Internasional, antara lain sebagai Delegasi RI (Delri) pada Pertemuan Health Working Group APEC di Philipina tahun 2016, Short Course Laboratory Network, Biosafety and Biosecurity Capacity Strengthening di Philipina tahun 2024, The Meeting of the National Programme Managers Regional Technical Advisory Group (RTAG) of Lymphatic Filariasis Elimination di Kathmandu Nepal Juni 2024, Global Pandemic Preparedness Summit bulan Juli 2024 di Brazil.

CW: Apakah manfaat yang anda dapatkan selama kuliah di FKM Unair dan sejauh mana ia memiliki relevansi dan atau manfaat pada dunia kerja yang anda geluti saat ini?
AS: Selama kuliah di FKM Unair, saya mendapatkan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip kesehatan masyarakat, manajemen kesehatan, dan analisis data. Keterampilan ini sangat relevan dan bermanfaat dalam pekerjaan saya, terutama dalam pengambilan keputusan berbasis data dan pengembangan strategi kesehatan yang efektif.
CW: Apa pesan anda pada mahasiswa Unair khususnya di FKM yang tengah menjalani masa studi mereka saat ini?
AS: Manfaatkan waktu kalian di FKM Unair untuk belajar sebanyak mungkin dan bangun jaringan profesional sejak dini. Keterbukaan terhadap pengalaman baru dan kolaborasi dengan rekan-rekan akan sangat membantu dalam karier kalian di masa depan. Selalu bersemangat dan terus berinovasi untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kiprah, karier dan kisah perjalanan Akhmad Saikhu pasca kehidupan kampus membuktikan bahwa tagline Unair yang excellent with morality tidak sekedar isapan jempol, melainkan ia membumi bersama pengabdian dan kontribusi alumninya yang luar biasa baik di tingkat nasional maupun internasional. Akhmad Saikhu adalah bukti napak tilas bagaimana alumni Unair khususnya FKM tiada henti berkontribusi pada negeri. (***)
Kontributor: Abdel Rafi
Editor: Bustomi
Foto: Dokumen Pribadi



