Berita Terpercaya Tajam Terkini

Achmad Vicky Faisal, Milineal Karangpenang Sang Nakhoda Baru Asosiasi Pariwisata Madura ASPRIM

 

Achmad Vicky Faisal (kiri), CEO Madura Indah Wisata menerima secara simbolis amanah sebagai Ketua Asosiasi Pariwisata Madura (ASPRIM) dari ketua lama, Mukti Ali selaku CEO Mandala Wisata di Ballroom Hotel Front One, Pamekasan, Senin (20/1/2020).

PAMEKASAN – Asosiasi Pariwisata Madura atau lebih dikenal dengan ASPRIM baru saja menyelesaikan perhelatan akbar berupa musyawarah besar (mubes) di Hotel Front One Pamekasan, Senin (20/1/2020). Asosiasi para pelaku pariwisata yang dibentuk Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) pada 2014 silam tersebut memilih ketua baru untuk menakhodai seluruh pelaku pariwisata yang ada di pulau garam itu, menggantikan Mukti Ali yang sejak awal berdirinya ASPRIM menjadi ketua.

Keinginan sebagian besar peserta mubes yang mengharapkan pariwisata Madura bisa lebih kencang berlari rupanya menemukan momentumnya. Pada saat pemilihan yang berlangsung semi tertutup itu, terpilih anak muda berusia 29, Achmad Vicky Faisal. Founder dan CEO Madura Indah Wisata Tour & Travel asal Karangpenang Sampang itu mengungguli beberap kandidat lainnya termasuk yang jauh lebih senior darinya.

Terpilihnya Vicky -sapaan akrabnya- lebih merupakan semangat dan harapan para pelaku pariwisata di Madura agar gerak langkah ASPRIM bisa lebih cepat dan sesuai dengan perkembangan zaman. Hal itu terlihat dari bagaimana Vicky sendiri membangun dan mengembangan Madura Indah Wisata yang didirikannya hingga memiliki nama besar di Madura. Kepada redaksi cakrawarta.com, Rabu (22/1/2020) terpilihnya ia sebagai nakhoda baru ASPRIM lebih sebagai amanah dan tanggung besar yang diberikan rekan sejawatnya bahkan yang senior kepada pria murah senyum itu.

“Saya anggap ini amanah dan tanggung jawab besar yang diberikan pada pundak saya. Kolega saya di ASPRIM menganggap saya mampu dan karenanya berharap dapat dukungan solid untuk melangkah bersama menuju kemajuan pariwisata khususnya di Madura,” ujar Vicky.

Ia bertekad untuk melakukan penguatan internal organisasi terlebih dahulu. Tujuannya tercipta soliditas internal sehingga ibarat sebuah perahu besar, maka kecepatannya akan sesuai dengan yang diharapkan nantinya karena ada sinergi antar sesama pelaku pariwisata.

“Yah intinya kalau solid kan bisa saling support demi kemajuan pariwisata di Madura. Bergerak atas nama organisasi bukan berjalan  bang-sebang (sendiri-sendiri, red.),” tandasnya.

Vicky melihat pariwisata di Madura masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Pertama, dengan potensi alam wisata yang luar biasa indah dan bagus, tetapi Sumber Daya Manusia (SDM) atau insan pariwisata yang berkecimpung di dalamnya masih belum memadai. Kedua, permasalahan infrastruktur fisik baik akses jalan maupun sarana dan prasarana di areal pariwisata yang masih kurang.

“Kami berharap nantinya ada sinergi yang kuat antara Pemerintah daerah di semua kabupaten di Madura dengan ASPRIM. Kami melakukan promosi dan eksekusi praktis kepariwisataan, pemerintah membantu penguatan SDM dan infrastruktur fisik. Sehingga terjadi simbiosis mutualistik antara ASPRIM dan Pemda,” tegas Vicky.

Pada kesempatan yang sama, budayawan kenamaan Madura, D. Zawawi Imron, turut hadir memberikan nasehat dan pandangan kepada para peserta yang hadir di Mubes ASPRIM itu. Beliau berpesan agar para insan Madura menjaga soliditas sebagai Madura tanpa tersekat kedaerahan. Menanggapi hal itu, Vicky mendukung penuh pesan-pesan Zawawi Imron selaku tokoh senior dan sekaligus ulama di Madura.

“Kami tentu sangat berterima kasih beliau berkenan hadir. Pesan beliau sesuai dengan visi-misi ASPRIM dan tekad saya ke depan sebagai ketua baru. Semoga apa yang beliau sampaikan dapat kami terapkan dalam periode 3 tahun ke depan. Aamiin!” pungkas Vicky mengakhiri penjelasannya.

(bus/bti)

Comments are closed.