Pasca Munas VI, APKLI Merah Putih Gaspol Bentuk Kepengurusan Baru

Momen ketika Ali Mahsun menerima penyerahan tanggung jawab sebagai Ketua Umum DPP APKLI Merah Putih di Asrama Haji Jakarta, Kamis (27/8/2026). 

JAKARTA, CAKRAWARTA.com – Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, dan Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Merah Putih langsung tancap gas membangun struktur organisasi baru pasca-Musyawarah Nasional (Munas) VI APKLI-P yang digelar di Asrama Haji Jakarta, 25-27 Agustus 2026.

Konsolidasi tersebut menjadi langkah awal setelah Munas VI memutuskan perubahan nama organisasi dari Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P) menjadi APKLI Merah Putih sekaligus memperluas basis keanggotaan ke sektor usaha kecil dan mikro serta sektor hulu, seperti petani, nelayan, dan industri rumahan.

Ketua Umum/Formateur Terpilih DPP APKLI Merah Putih periode 2026-2031, dr. Ali Mahsun ATMO, mengatakan perubahan organisasi tersebut membawa konsekuensi terhadap struktur dan administrasi kepengurusan di seluruh tingkatan.

“Momentum is gold. Momentum itu emas dan tidak akan datang sama untuk kedua kalinya,” kata Ali pada media ini, Senin (31/8/2026).

Menurut Ali, perubahan organisasi harus segera diikuti konsolidasi kelembagaan agar APKLI Merah Putih memiliki struktur yang profesional sekaligus tetap kuat di tingkat akar rumput.

Ia mengatakan seluruh legalitas dan administrasi kepengurusan sebelumnya, mulai dari DPW provinsi, DPD kabupaten/kota, DPC kecamatan hingga pimpinan paguyuban, perlu disesuaikan dengan hasil Munas VI.

Karena itu, Ali menyatakan akan segera menerbitkan SK kepengurusan caretaker untuk DPW provinsi dan DPD kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Langkah berikutnya adalah menggelar rapat formateur untuk menetapkan kepengurusan definitif DPP APKLI Merah Putih periode 2026-2031. Setelah terbentuk, kepengurusan tersebut akan didaftarkan ke Kementerian Hukum Republik Indonesia.

“Kita segera lakukan konsolidasi kelembagaan dan infrastruktur organisasi APKLI Merah Putih dari DPP hingga pimpinan paguyuban,” ujarnya.

Ali menilai pembentukan struktur baru bukan sekadar persoalan administratif. Menurut dia, APKLI Merah Putih membutuhkan kepengurusan yang mampu mengelola potensi ekonomi rakyat yang tersebar di berbagai daerah.

Pengalaman selama 15 tahun memimpin APKLI, kata Ali, menjadi salah satu dasar untuk melakukan pembenahan tata kelola organisasi.

Ia menekankan pentingnya menghadirkan sumber daya manusia profesional, memiliki jejaring bisnis dan kapital, serta melibatkan tokoh masyarakat dan bangsa dalam kepengurusan.

“Untuk memaksimalkan tata kelola potensi dan kekuatan ekonomi rakyat PKL dan UKM yang sangat besar, keberadaan sumber daya manusia yang profesional adalah hal mendasar dan strategis,” katanya.

Perluasan basis organisasi juga menjadi bagian dari arah baru APKLI Merah Putih. Organisasi ini tidak lagi hanya berfokus pada pedagang kaki lima, tetapi juga menghimpun pelaku usaha kecil dan mikro serta kelompok ekonomi rakyat di sektor hulu.

Siapkan Agenda Ekonomi Rakyat

Selain membangun struktur organisasi, APKLI Merah Putih menyiapkan sejumlah agenda yang diklaim diarahkan untuk memperkuat ekonomi rakyat.

Ali mengatakan organisasinya akan mengawal lima program pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP), Sekolah Rakyat, dan program 3 Juta Rumah Rakyat.

APKLI Merah Putih juga akan membentuk tim khusus untuk mempercepat pembentukan Badan Perekonomian UMKM RI, program Modal Usaha Produktif dan Pendampingan (MUPP), serta Yayasan Dana Sosial PKL UKM Indonesia.

“APKLI Merah Putih bergerak cepat dengan base time strategy and management, menyongsong momentum besar rakyat dan bangsa Indonesia, yaitu puncak bonus demografi 2030,” ujar Ali.

Agenda lainnya adalah pembangunan big data PKL-UKM Indonesia yang ditargetkan rampung pada semester I 2028.

Menurut Ali, basis data tersebut akan menjadi bagian penting dalam memetakan potensi dan kekuatan ekonomi rakyat, sekaligus mendukung arah kebijakan organisasi ke depan.

Sementara itu, pelantikan DPP APKLI Merah Putih periode 2026-2031 direncanakan berlangsung di Jakarta pada September-Oktober 2026.

Setelah pelantikan, APKLI Merah Putih akan menggelar Rakernas I pada Januari 2027 yang dirangkaikan dengan puncak Harlah ke-34 APKLI Merah Putih. Adapun Rapimnas I dijadwalkan berlangsung pada Juni 2027.

Ali menegaskan, rangkaian agenda tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi setelah Munas VI sekaligus persiapan APKLI Merah Putih memperluas peran dalam penguatan ekonomi rakyat Indonesia.(*)

Kontributor:: Tommy

Editor: Abdel Rafi