Dari Pacitan, Pelajar SMK Serukan Anak Muda Jadi Pencipta Peluang

Siswa SMKN 1 Pacitan, Nanda Marta Wilutama. (foto: Muh. Nurcholis)

PACITAN, CAKRAWARTA.com – Anak muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka perlu mengambil peran sebagai pencipta peluang dan pelaku ekonomi yang mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Nanda Marta Wilutama, siswa kelas XII Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Negeri 1 Pacitan, dalam Lomba Pidato AHY Muda. Dalam pidato bertema “Ekonomi Rakyat dan Peluang Generasi Muda”, Nanda menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat ekonomi rakyat di tengah perkembangan teknologi digital.

Menurut Nanda, ekonomi rakyat tidak hanya bertumpu pada perusahaan besar. Kekuatan ekonomi juga tumbuh dari aktivitas masyarakat di tingkat bawah, mulai dari warung, pedagang pasar, petani, pengrajin hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Ekonomi Indonesia juga tumbuh dari warung kecil, pedagang pasar, petani, pengrajin, dan jumlah pelaku UMKM,” ujar Nanda.

Ia menilai digitalisasi membuka ruang baru bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang. Salah satunya terlihat dari semakin luasnya penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran digital oleh UMKM.

Menurut Nanda, adopsi teknologi tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi bukan hanya milik perusahaan besar. Teknologi juga dapat menjadi instrumen bagi usaha kecil untuk beradaptasi dan meningkatkan daya saing.

“Inilah bukti bahwa teknologi dapat menjadi kekuatan ekonomi rakyat,” katanya.

Namun, perkembangan teknologi juga menghadirkan pertanyaan mengenai posisi generasi muda. Nanda mengajak anak-anak muda tidak berhenti sebagai pengguna teknologi.

“Apakah kita hanya menjadi pengguna teknologi? Tentu tidak. Kita harus menjadi pelaku ekonomi,” tegasnya.

Nanda mengatakan, kreativitas dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi merupakan modal yang dimiliki generasi muda. Modal tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk kontribusi, seperti membantu UMKM membuat desain kemasan, mengelola promosi melalui media digital, hingga membangun usaha rintisan sesuai keterampilan yang dimiliki.

Ia menekankan, keberanian memulai harus diikuti kemampuan mengelola keuangan, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar.

“Jangan pernah berpikir, saya masih muda, saya belum bisa melakukan apa-apa. Justru karena kita masih muda, kita memiliki kesempatan untuk belajar, mencoba, dan menciptakan perubahan,” ujarnya.

Nanda pun mengajak generasi muda mengubah pola pikir dari sekadar menunggu peluang menjadi pihak yang menciptakan peluang.

“Jangan hanya menjadi konsumen, jadilah kreator. Jangan hanya mencari peluang, ciptakanlah peluang. Dan jangan menunggu masa depan datang, mari kita membangun masa depan dari sekarang,” serunya.

Menurut dia, semakin berdaya masyarakat, semakin kuat pula fondasi ekonomi rakyat. Generasi muda memiliki posisi strategis untuk menggerakkan perubahan melalui karya dan inovasi.

“Ekonomi rakyat adalah kekuatan bangsa. Dan generasi muda adalah energi perubahannya,” tutur Nanda.

Ia menutup pidatonya dengan pesan bahwa generasi muda tidak semestinya hanya menunggu masa depan.

“Karena kita bukan sekadar penerus bangsa, kita adalah pencipta masa depan,” pungkasnya.

Lomba Pidato AHY Muda menjadi ruang bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk menyampaikan gagasan mengenai masa depan Indonesia. Melalui ajang tersebut, anak muda didorong tidak hanya menjadi penerus, tetapi juga mengambil peran sebagai pencipta peluang dan penggerak ekonomi masyarakat.(*)

Kontributor: Muh. Nurcholis

Editor: Abdel Rafi