
JOMBANG, CAKRAWARTA.com – Menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, warga NU di Kecamatan Diwek mulai menyiapkan penyambutan. Sebanyak 1.000 bendera NU dan 500 umbul-umbul akan dipasang di sejumlah ruas jalan yang diperkirakan dilalui peserta muktamar.
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Diwek juga menyiapkan posko transit yang beroperasi 24 jam untuk melayani peserta dan rombongan yang singgah selama muktamar berlangsung.
Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh mengatakan, pemasangan bendera dan umbul-umbul direncanakan dimulai pada 10 Agustus 2026. Pemasangan dilakukan di sepanjang jalur dari Mojosongo hingga kawasan Tebuireng.
”Akan dipasang mulai tanggal 10 Agustus, mulai Mojosongo hingga Tebuireng,” kata Hamdi dalam Pengajian Seloso Legi di Masjid Shirotol Mustaqim, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Selasa (28/7/2026).
Pengajian tersebut dihadiri jajaran syuriyah dan tanfidziyah MWCNU Diwek, pengurus 21 ranting NU, serta perwakilan lembaga dan badan otonom NU.
Menurut Hamdi, persiapan dilakukan lebih awal untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas peserta dan warga yang datang ke Jombang selama penyelenggaraan muktamar.
Selain memasang atribut, MWCNU Diwek akan mengoptimalkan kantor MWCNU Diwek dan Masjid An-Nur Jatipelem sebagai posko transit. Kantor MWCNU Diwek direncanakan beroperasi selama 24 jam mulai 21 Agustus hingga 31 Agustus 2026.
”Kantor MWCNU Diwek akan dihidupkan 24 jam sehari, mulai 21 Agustus sampai 31 Agustus. Kami siap melayani peserta yang membutuhkan tempat menginap ataupun beristirahat,” ujar Hamdi.
MWCNU Diwek juga membuka partisipasi warga yang bersedia menyediakan rumah ataupun kendaraan untuk membantu peserta muktamar. Warga yang hendak berpartisipasi dapat mendaftarkan diri melalui kantor MWCNU Diwek.
Hamdi menegaskan, fasilitas tersebut diberikan secara sukarela dan bukan untuk disewakan kepada peserta.
”Akadnya gratis, bukan disewakan. Ini untuk membantu melancarkan mobilitas peserta,” katanya.
MWCNU Diwek memperkirakan arus warga NU menuju Jombang akan meningkat signifikan selama muktamar. Selain peserta dari berbagai daerah di Indonesia, perwakilan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dari sejumlah negara juga diperkirakan hadir.
Kawasan Diwek menjadi salah satu wilayah yang diperkirakan mengalami peningkatan mobilitas karena di kecamatan tersebut terdapat Pondok Pesantren Tebuireng. Kompleks pesantren itu menjadi tujuan peziarah karena terdapat makam pendiri NU KH Hasyim Asy’ari dan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
”Tidak mungkin orang sudah jauh-jauh ke Jombang, ke Tambakberas, tetapi tidak ingin mampir ziarah ke Mbah Hasyim dan Gus Dur di Tebuireng,” ujar Hamdi.
Khataman Al Quran dan Istighasah
Sekretaris MWCNU Diwek Muhammad Ridwan mengatakan, rangkaian kegiatan menyambut Muktamar Ke-35 NU juga akan diisi dengan kegiatan keagamaan.
Khataman Al Quran dijadwalkan berlangsung pada 23 Agustus 2026 dan dilanjutkan dengan doa bersama serta istighasah pada malam harinya.
Selama muktamar, MWCNU Diwek juga akan menyediakan kopi dan teh bagi peserta ataupun rombongan yang singgah di posko.
”Untuk para rombongan yang singgah dan beristirahat dalam perjalanan,” kata Ridwan.
Sementara itu, Rais Syuriyah MWCNU Diwek KH Nur Hadi mengajak warga NU di Kecamatan Diwek ikut menyukseskan penyelenggaraan muktamar, termasuk melalui pelayanan kepada peserta dan tamu yang datang ke Jombang.
Menurut dia, keterlibatan warga dalam menyambut muktamar merupakan bagian dari khidmat kepada organisasi dan para ulama.
”Siapa saja yang ikut merawat NU, hidupnya akan diberkahi,” ujarnya, mengutip pesan kiai sepuh Jombang.(*)
Kontributor: Hari Prasetia dan Ani
Editor: Abdel Rafi








