
PONOROGO, CAKRAWARTA.com – Usia 100 tahun bagi sebuah lembaga pendidikan bukanlah waktu yang sebentar. Banyak pengorbanan dari setiap lapis generasi yang telah dicurahkan, mulai dari generasi perintis hingga generasi penerus. Begitupun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG).
Diselenggarakannya Reuni Akbar Milad Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor yang ke-63 di Aula BPPM, Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo pada Minggu (12/7/2026) sebagai rangkaian 100 tahun Gontor menjadi bukti usaha yang tak kenal lelah itu. Rektor UNIDA Gontor, Prof. Hamid Fahmy Zarkasy menyampaikan lewat sambutannya.
“Bukti mengabdi bagi UNIDA Gontor tidak diragukan lagi. Setiap sore mahasiswa mengajar ke kampung-kampung. Mulai dari mengajar baca Qur’an hingga memberdayakan UMKM. Total 780 desa binaan. Menteri Desa terkagum, sampai mau buat MoU,” terangnya.
Hamid melanjutkan, “Sistem holistik ini bisa dipelajari dan diteliti. Bagaimana totalitas pendidikan khas perguruan tinggi pesantren UNIDA Gontor. Seluruh pendidik berada di lingkungan pondok, termasuk Rektor. 24 jam. Kedua, ada sistem Indeks Prestasi Kumulatif yang khas. Tidak hanya menilai aspek mata kuliah, namun juga menilai aspek lain seperti baca qur’an, puasa senin kamis, hingga berorganisasi. Semua ini pendidikan agar mahasiswa siap bermasyarakat”, jelas Hamid.
Acara dilanjutkan sambutan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto.
“Dulu pas saya di ITB, kalau ada mahasiswa alumni Gontor, saya langsung hormat. Kenapa? Karena alumni Gontor pasti kemampuan bahasa inggris dan bahasa arab pasti kholas”, kata Brian berkelakar.
Dalam sambutannya, Brian juga menekankan pentingnya kesepaduan antara sains dan agama.
“Kekuatan pengetahuan sains dan teknologi jika dipadukan dengan kekuatan integritas moral agama, akhlaqul karimah, akan menjadi kekuatan yang unstoppable. Termasuk Gontor,” pungkas Brian.
Dalam kegiatan Reuni Akbar Milad UNIDA Gontor yang ke-63 ini juga diresmikan 100 buku sistem pendidikan Gontor sivitas akademika, 100 buku ajar karya dosen, dan 100 buku tantangan pemikiran karya PKU Gontor.(*)
Kontributor: Abdel Rafi
Editor: Umar Faruq








