
JOMBANG, CAKRAWARTA.com – Sebanyak 4.500 anggota Jamaah Sholawat Seribu Rebana (SerBan) Kabupaten Jombang bertolak ke Bangkalan, Madura, Minggu (12/7/2026). Menggunakan 71 bus, mereka mengikuti kegiatan Sowan Ulama dan Ziarah Auliya sekaligus memanjatkan doa bagi kelancaran Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang.
Ribuan jemaah itu berangkat dari kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang. Selain 71 bus, sejumlah kendaraan pribadi panitia turut menyertai rombongan.
Kepolisian mengawal perjalanan dengan enam kendaraan patroli dan pengawalan (patwal). Dua ambulans juga disiagakan bersama rombongan.
Tujuan utama perjalanan adalah makam Syaikhona Muhammad Cholil di Bangkalan. Jemaah juga dijadwalkan bersilaturahmi atau sowan kepada pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Cholil dan Pondok Pesantren Nurul Amanah.
Ketua Panitia Sowan Ulama dan Ziarah Auliya, Muhammad Hajir, mengatakan, kegiatan tersebut rutin diselenggarakan sejak 2015. Tahun ini, perjalanan spiritual itu juga membawa doa khusus menjelang pelaksanaan Muktamar NU di Tambakberas.
”Khusus tahun ini, kami juga mendoakan kesuksesan dan kelancaran Muktamar NU di Tambakberas nanti,” kata Hajir.
Menurut Hajir, antusiasme masyarakat untuk mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi. Bahkan, permintaan untuk bergabung masih berdatangan setelah pendaftaran ditutup.
Sebagian besar calon peserta berasal dari desa-desa yang sebelumnya pernah menjadi lokasi kegiatan shalawat Jamaah SerBan.
”Sebenarnya masih banyak yang ingin ikut meskipun pendaftaran sudah ditutup, terutama dari desa-desa yang pernah kami tempati untuk kegiatan shalawatan,” ujarnya.
Namun, panitia memutuskan membatasi jumlah peserta sesuai kapasitas 71 bus. Pembatasan dilakukan untuk memudahkan koordinasi dan menjaga ketertiban selama perjalanan.
Jaga Jombang Menjelang Muktamar NU
Pengasuh Majelis SerBan, KH Nur Hadi, menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Kiai yang akrab disapa Mbah Bolong itu secara khusus menyinggung dukungan jajaran Kepolisian Resor Jombang.
”Saya pamit kepada Kapolres Jombang, ternyata beliau malah ingin ikut membersamai ziarah ke Bangkalan bersama jajarannya,” kata Nur Hadi.
Mustasyar PCNU Jombang itu berharap situasi Jombang tetap aman dan kondusif, terutama menjelang pelaksanaan Muktamar NU.
Menurut dia, menjaga suasana daerah bukan semata-mata tugas aparat keamanan. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ketertiban.
”Dalam waktu dekat Jombang akan menjadi lokasi Muktamar NU. Ini menjadi tugas semua pihak. Semoga semuanya berjalan lancar,” ujarnya.
Di hadapan ribuan jemaah, Nur Hadi juga mengajak peserta membiasakan diri bersikap dermawan. Kedermawanan, menurut dia, menjadi salah satu jalan untuk menghadirkan keberkahan dalam kehidupan.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan meminta seluruh peserta menjaga ketertiban selama perjalanan. Kondisi kesehatan juga perlu diperhatikan mengingat besarnya jumlah peserta dan panjangnya perjalanan menuju Bangkalan.
”Jaga ketertiban dan kesehatan agar nanti semuanya bisa pulang dalam keadaan sehat,” kata Ardi.
Mendekat Pada Ulama
Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan, KH Cholil Dahlal, mengapresiasi tradisi sowan dan ziarah yang dilakukan Jamaah SerBan.
Menurut Cholil, kedekatan dengan ulama perlu terus dirawat, baik melalui silaturahmi dengan ulama yang masih hidup maupun dengan berziarah dan mendoakan ulama yang telah wafat.
”Kita memang harus dekat dan duduk bersama ulama, baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup,” ujarnya.
Namun, Cholil mengingatkan peserta agar perjalanan tersebut tidak kehilangan makna spiritual. Niat, kata dia, menjadi hal penting yang harus dijaga sejak keberangkatan hingga kembali ke Jombang.
”Harus ditata dan dijaga niatnya. Kita harus tahu untuk apa mengikuti kegiatan ini,” katanya.
Ia juga meminta peserta tidak mengabaikan kondisi fisik selama perjalanan. Dengan nada berseloroh, Cholil mengingatkan jemaah untuk makan dan beristirahat pada waktunya.
”Kalau waktunya makan, ya makan. Kalau mengantuk, ya istirahat dan tidur,” ujarnya sambil tersenyum.
Antusiasme mengikuti perjalanan itu dirasakan H Sanyoto, salah seorang peserta. Ia datang bersama istrinya dan mengaku telah beberapa kali mengikuti kegiatan serupa.
”Saya sudah beberapa kali ikut sejak sebelum pandemi Covid-19. Tahun lalu kami sowan ke Gus Iqdam di Blitar dan juga dikawal Kapolres Jombang,” kata Sanyoto.
Bagi ribuan jemaah SerBan, perjalanan menuju Bangkalan bukan hanya perpindahan dari Jombang menuju Pulau Madura. Ziarah dan sowan menjadi cara merawat hubungan dengan ulama sekaligus membawa doa dari Jombang menjelang perhelatan besar Nahdlatul Ulama.(*)
Kontributor: Mukani
Editor: Abdel Rafi








