Banyak Sekolah Rayakan Kelulusan dengan Hiburan, SD Ini Memilih Cara yang Berbeda

Momen wisuda di SD Al Islam Surabaya, Rabu (17/6/2026). (foto: Ah Zaini Ilyas)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Di banyak sekolah, perayaan kelulusan identik dengan pentas hiburan, pertunjukan seni, atau seremoni perpisahan yang meriah. Namun, SD Al Islam Surabaya memilih cara yang berbeda. Di hadapan sekitar 1.000 orang tua dan tamu undangan, sekolah ini menjadikan hafalan Al Quran sebagai pusat perhatian dalam perayaan akhirussanah, wisuda tahfidz, dan pelepasan siswa kelas VI yang digelar pada Rabu (17/6/2026), bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah.

Sejak pagi, suasana religius terasa kuat di lingkungan sekolah. Kegiatan diawali dengan penampilan ekstrakurikuler Al Banjari, dilanjutkan hafalan surat-surat pendek Juz Amma oleh siswa kelas I hingga III. Siswa kelas IV menampilkan hafalan Surat Al Mulk, siswa kelas V melantunkan Surat Al Waqiah, sementara siswa kelas VI menutup rangkaian praacara dengan pembacaan Surat Yasin secara bersama-sama.

Pemandangan itu menghadirkan suasana yang berbeda dari perayaan kelulusan pada umumnya. Jika banyak sekolah menjadikan panggung hiburan sebagai atraksi utama, SD Al Islam Surabaya justru menempatkan capaian hafalan Al Quran sebagai inti perayaan pendidikan.

Memasuki acara inti pada pukul 08.00 WIB, Kepala SD Al Islam Surabaya, Ahmad Zaini Ilyas, menyampaikan rasa terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada sekolah tersebut selama enam tahun.

“Ilmu yang telah diperoleh selama belajar di SD Al Islam hendaknya terus dipelihara dan diamalkan agar menjadi ilmu yang bermanfaat, membawa keberkahan, serta kemaslahatan bagi kehidupan dunia dan akhirat,” ujarnya.

Menurut Zaini, pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.

Pandangan serupa disampaikan Ahsanul Haq yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Ma’arif Al Islam. Ia menegaskan bahwa pendidikan dasar merupakan fondasi utama dalam pembentukan kepribadian anak.

Menurut dia, nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan sejak dini tampak jelas dari berbagai penampilan siswa sepanjang acara.

“Pendidikan dasar adalah pondasi yang sangat penting. Karena itu, kami berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke lembaga yang juga memiliki perhatian terhadap penguatan nilai-nilai agama sehingga fondasi yang telah dibangun bisa semakin kokoh,” katanya.

Sementara itu, Mohammad Cholil menilai program tahfidz yang telah lama berjalan menjadi salah satu keunggulan SD Al Islam Surabaya.

Menurut dia, keberadaan program tersebut perlu terus dipertahankan dan dikembangkan agar mampu melahirkan lebih banyak generasi penghafal Al Quran.

“Harapannya bukan hanya hafal Juz 30, tetapi juga bisa berkembang pada juz-juz lainnya sehingga lahir para hafidz dan hafidzah yang lebih banyak di masa depan,” ujarnya.

Setelah sambutan, perhatian hadirin tertuju pada prosesi wisuda tahfidz. Berbeda dengan wisuda pada umumnya yang hanya berupa penyematan atribut atau penyerahan sertifikat, para peserta tahfidz diuji langsung di hadapan publik melalui metode sambung ayat.

Satu per satu siswa melanjutkan potongan ayat yang dibacakan penguji. Suasana ruangan beberapa kali dipenuhi tepuk tangan dan ekspresi bangga dari para orang tua yang menyaksikan kemampuan putra-putri mereka.

Momen tersebut menjadi puncak acara sekaligus menunjukkan bahwa hafalan yang dicapai siswa bukan sekadar simbolis, melainkan hasil proses pembelajaran yang telah dijalani secara konsisten selama bertahun-tahun.

Usai prosesi wisuda tahfidz, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan siswa kelas VI. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pentas seni yang menampilkan beragam kegiatan ekstrakurikuler sekolah, mulai dari drumband, pramuka, paduan suara, pencak silat, hingga pidato berbahasa Arab dan Inggris dari kelas intensif bahasa.

Perayaan akhirussanah SD Al Islam Surabaya tahun ini seolah menghadirkan pesan tersendiri di tengah dinamika dunia pendidikan. Ketika banyak sekolah berlomba menghadirkan hiburan dalam seremoni kelulusan, sekolah ini memilih menampilkan hasil proses pembiasaan nilai dan karakter yang ditanamkan sejak dini.

Tepat pada momentum Tahun Baru Hijriah, panggung kelulusan itu bukan hanya menjadi ruang perpisahan, melainkan juga panggung untuk menunjukkan bahwa pendidikan dasar dapat meninggalkan warisan yang lebih panjang daripada sekadar kenangan masa sekolah: kecintaan terhadap ilmu dan kedekatan dengan Al Quran.(*)

Editor: Abdel Rafi