KB PII Pamekasan Matangkan Pendirian TK Insan Cendekia, Utamakan Kelayakan dan Mutu Pendidikan

Rapat daring KB PII Pamekasan untuk pematangan rencana pendirian TK Insan Cendekia, Senin (27/7/2026) malam. (foto: tangkapan layar)

PAMEKASAN, CAKRAWARTA.com – Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Pamekasan mematangkan rencana pendirian TK Insan Cendekia sebagai kelanjutan pengembangan Insan Cendekia Daycare yang telah beroperasi selama empat tahun. Langkah tersebut dibahas dalam rapat daring yang diikuti jajaran pengurus dan pemerhati pendidikan sebagai bagian dari penyusunan konsep sekolah yang dinilai mampu menjawab kebutuhan pendidikan anak usia dini di Pamekasan.

Rencana pengembangan tersebut dipaparkan dalam Zoom Meeting pada Senin (27/7/2026) malam. Melalui sambungan telepon, Rabu (29/7/2026) perwakilan KB PII Pamekasan, Mohammad Bustanol Husein atau yang akrab disapa Inung menyampaikan pada media ini.

Dalam rapat tersebut, mayoritas peserta sepakat bahwa pendirian TK harus diawali dengan penguatan Daycare sebagai basis utama calon peserta didik. Selain itu, pengurus juga menilai studi kelayakan melalui penyebaran kuesioner kepada wali murid dan masyarakat perlu dilakukan sebelum keputusan pendirian diambil.

“Daycare harus menjadi fondasi yang kuat sehingga keberlanjutan layanan pendidikan menuju jenjang TK dapat berjalan secara alami,” menjadi salah satu pandangan yang mengemuka dalam forum.

Selain aspek pasar, peserta rapat menilai TK Insan Cendekia harus memiliki ciri khas yang membedakannya dari lembaga pendidikan lain di Pamekasan yang jumlahnya terus bertambah. Keunggulan tersebut diharapkan tidak hanya terletak pada fasilitas, tetapi juga konsep pendidikan, kurikulum, serta pembentukan karakter peserta didik.

Berbagai masukan juga disampaikan mengenai pentingnya menyiapkan sumber daya manusia sejak awal. Pengurus menilai lembaga perlu melibatkan konsultan pendidikan, psikolog anak, hingga tenaga pendidik yang memahami perkembangan anak usia dini agar sistem pembelajaran dapat dirancang secara komprehensif.

Konsep pendidikan yang dibahas dalam rapat mengedepankan penguatan karakter, adab, kemandirian, keamanan emosional anak, serta pembelajaran berbasis perkembangan anak. Pendekatan tersebut dipadukan dengan nilai-nilai Islam, praktik kedisiplinan ala Jepang, dan kemitraan yang erat antara sekolah dengan orang tua.

Peserta rapat juga mengusulkan agar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung atau calistung tidak dijadikan fokus utama pada jenjang taman kanak-kanak, melainkan disesuaikan dengan tahapan tumbuh kembang anak.

Dalam presentasi pengembangan, KB PII Pamekasan menjelaskan bahwa TK Insan Cendekia dirancang untuk membentuk anak yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, mandiri, percaya diri, disiplin, senang belajar, mampu bersosialisasi, serta peduli terhadap lingkungan.

Rencana tersebut merupakan kelanjutan dari pengembangan Insan Cendekia Daycare yang selama ini telah melayani sekitar 37 anak. Pengelola juga menyiapkan pembangunan gedung tiga lantai yang akan difungsikan sebagai sekolah, kantor yayasan, dan sekretariat PD PII Pamekasan.

Berdasarkan dokumen perencanaan, total kebutuhan anggaran pembangunan tahap awal diperkirakan mencapai Rp645 juta. Dana tersebut mencakup pembangunan gedung, pengurusan legalitas, penyediaan sarana pembelajaran, serta biaya operasional tahun pertama. Hingga kini, dana yang telah tersedia sebesar Rp80 juta sehingga masih dibutuhkan sekitar Rp565 juta untuk merealisasikan proyek tersebut.

Sebagai tindak lanjut, KB PII Pamekasan akan menyusun studi kelayakan, mempertegas konsep pendidikan, membagi tugas antar-pengurus, serta menggandeng konsultan pendidikan sebelum proses pendirian TK Insan Cendekia memasuki tahap implementasi. Program ini diharapkan menjadi salah satu model pendidikan anak usia dini yang mengintegrasikan nilai keislaman, pembentukan karakter, dan pendekatan pendidikan modern.(*)

Kontributor: Marietta

Editor: Abdel Rafi