AI untuk Pendidikan Diperdebatkan di Dies Natalis STAI Al-Akbar, Mahasiswa Diminta Tetap Kritis

Suasana lomba debat antar mahasiswa dalam rangka peringatan 7 Tahun STAI Al Akbar Surabaya, Kamis (4/6/2026). (foto: STAI Al Akbar untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pemanfaatan artificial intelligence atau akal imitasi (AI) dalam dunia pendidikan menjadi perhatian mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Akbar Surabaya dalam rangkaian Dies Natalis ke-7 kampus tersebut. Melalui lomba debat ilmiah, mahasiswa diajak menimbang manfaat sekaligus risiko penggunaan teknologi yang kian dekat dengan kehidupan akademik.

Debat ilmiah bertema “Manfaat AI untuk Pendidikan” menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Dies Natalis ke-7 STAI Al-Akbar yang berlangsung sejak 22 Mei hingga 5 Juni 2026.

Humas Dies Natalis STAI Al-Akbar, Dona Aulia Veronica, mengatakan, kegiatan peringatan hari jadi kampus tahun ini dirancang untuk mendorong pengembangan kapasitas akademik sekaligus memperkuat tradisi intelektual mahasiswa.

“Rangkaian Dies Natalis dimulai dengan Khataman Al-Qur’an dan Tasyakuran pada 22 Mei, dilanjutkan Lomba Esai, Seminar Digital Edupreneur, dan ditutup dengan Lomba Debat Ilmiah tentang AI,” ujar Dona di Surabaya, Senin (8/6/2026).

Menurut Dona, hasil debat menunjukkan bahwa AI memiliki banyak manfaat bagi dunia pendidikan, mulai dari membantu pencarian informasi hingga meningkatkan efisiensi proses belajar. Namun, penggunaan teknologi tersebut tetap harus disertai sikap kritis dan tanggung jawab.

“Peserta debat pada dasarnya sepakat bahwa AI dapat menjadi alat bantu pembelajaran yang efektif. Namun, pengguna harus selektif agar teknologi ini tidak mengurangi kemandirian berpikir dan kemampuan belajar,” katanya.

Lomba debat diikuti tiga tim yang mewakili program studi di lingkungan STAI Al-Akbar. Tim Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) meraih juara pertama, disusul tim Program Studi Ekonomi Syariah sebagai juara kedua dan tim Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir pada posisi ketiga.

Selain debat, kegiatan akademik lain yang mendapat perhatian adalah Lomba Esai yang berlangsung sejak April hingga awal Juni 2026. Kompetisi tersebut diikuti 32 mahasiswa dari tiga program studi dan menghasilkan sejumlah karya tulis yang menyoroti berbagai isu pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Peringatan Dies Natalis juga menghadirkan Seminar Digital Edupreneur yang membahas peluang kewirausahaan di era digital. Seminar tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan dosen internal kampus.

Ketua STAI Al-Akbar Surabaya, Dr. H.M. Zainul Arifin, M.H.I., M.Pd.I., menilai rangkaian kegiatan tahun ini menunjukkan semakin tumbuhnya kehidupan akademik dan organisasi kemahasiswaan di kampus.

Ia menjelaskan, STAI Al-Akbar yang berdiri pada 22 Mei 2019 terus berkembang, baik dari sisi jumlah mahasiswa maupun aktivitas akademik. Kampus yang berawal dari Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) dan sebelumnya berbentuk Ma’had Aly itu kini memiliki lebih dari 400 mahasiswa dengan tiga program studi.

“Perkembangan Dewan Mahasiswa membuat berbagai kegiatan akademik dan kemahasiswaan semakin hidup. Kami bersyukur mahasiswa mulai menunjukkan berbagai prestasi di tingkat lokal maupun nasional,” ujar Zainul.

Sejumlah capaian mahasiswa STAI Al-Akbar antara lain perolehan medali emas pada Olimpiade Sains Pelajar Indonesia, medali perak dalam Festival Sains Nasional, medali perunggu pada Olimpiade Sains Nasional, serta prestasi pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), lomba Hari Santri Nasional, dan kompetisi puisi tingkat ASEAN.

Bagi STAI Al-Akbar, peringatan Dies Natalis tahun ini tidak hanya menjadi momentum syukur atas perjalanan institusi, tetapi juga ruang refleksi untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi tantangan zaman yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi digital, termasuk AI.(*)

Kontributor: Edy MAS

Editor: Abdel Rafi