Danrem Untoro Tinjau Lokasi Jembatan Garuda, Warga Perbatasan Segera Nikmati Akses Langsung ke Ponorogo

Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto saat meninjau lokasi pembangunan Jembatan Garuda Tahap VI, Rabu (3/6/2026). (foto: Arwang)

MADIUN, CAKRAWARTA.com – Warga di kawasan perbatasan Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ponorogo segera memiliki akses yang lebih cepat dan mudah setelah pembangunan Jembatan Garuda di Desa Lembah, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, direncanakan dimulai dalam waktu dekat.

Kepastian itu mengemuka saat Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya Kolonel Arm Untoro Hariyanto meninjau lokasi pembangunan Jembatan Garuda Tahap VI, Rabu (3/6/2026). Jembatan tersebut diproyeksikan menjadi jalur penghubung strategis yang selama ini dinantikan masyarakat di kedua wilayah.

“Jembatan ini nantinya akan menjadi salah satu akses penghubung antara Kabupaten Madiun dengan Kabupaten Ponorogo,” kata Untoro saat meninjau lokasi.

Selama ini, warga yang hendak menuju wilayah perbatasan Ponorogo maupun sebaliknya harus menempuh perjalanan memutar hingga sekitar delapan kilometer. Kondisi itu dinilai menghambat mobilitas masyarakat, terutama untuk aktivitas ekonomi dan sosial sehari-hari.

Karena itu, keberadaan Jembatan Garuda diharapkan mampu memangkas jarak tempuh sekaligus memperlancar konektivitas antarwilayah.

“Dengan adanya jembatan ini diharapkan akses masyarakat menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan tentunya dapat mendukung peningkatan kesejahteraan warga,” ujar Untoro.

Menurut dia, kondisi sungai yang cukup lebar membuat jembatan direncanakan menggunakan konstruksi jembatan gantung atau kabel pancang dengan bentang sekitar 50 meter.

Selain memudahkan mobilitas warga, pembangunan jembatan juga diyakini dapat membuka peluang ekonomi baru di kawasan perbatasan. Wilayah sekitar lokasi pembangunan memiliki potensi pertanian dan peternakan yang cukup besar sehingga akses yang lebih baik diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat.

Kepala Desa Lembah, Andi, mengatakan warga menyambut antusias rencana pembangunan tersebut. Masyarakat, menurut dia, siap bergotong royong untuk mendukung kelancaran proses pembangunan.

“Seluruh warga Desa Lembah siap mendukung penuh pembangunan jembatan ini. Kami siap bergotong royong dan bahu-membahu demi kelancaran pembangunan,” katanya.

Dukungan warga tidak hanya diwujudkan melalui partisipasi tenaga. Salah seorang warga setempat, Wagiyanto, bahkan bersedia menghibahkan tanahnya untuk digunakan sebagai akses jalan menuju jembatan.

“Kami sangat bersyukur karena ada warga yang secara sukarela menghibahkan tanahnya untuk mendukung pembangunan akses menuju jembatan. Ini menunjukkan besarnya harapan masyarakat terhadap keberadaan jembatan tersebut,” ujar Andi.

Selain meninjau lokasi pembangunan di Desa Lembah, Untoro juga mengunjungi dua titik lain yang masuk dalam program Jembatan Garuda di Kabupaten Madiun, yakni Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo, serta Desa Purworejo, Kecamatan Geger. Kedua lokasi itu akan menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah dan memperluas akses masyarakat di kawasan pedesaan.

Bagi warga perbatasan, pembangunan Jembatan Garuda bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Kehadirannya menjadi harapan baru untuk mempersingkat jarak, memperlancar aktivitas ekonomi, dan mendekatkan hubungan antarwarga di dua kabupaten yang selama ini dipisahkan bentang sungai.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi