Remaja Rejoso Diajak Menemukan “Passion”, Tak Sekadar Mengejar Ijazah

Para pembicara dalam acara Pembinaan Pengetahuan dan Keterampilan bagi Remaja Desa di Pendopo Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (20/5/2026).(foto: Dita Fatma Rianti)
NGANJUK, CAKRAWARTA.com – Pemerintah Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, mulai mendorong remaja desa agar lebih siap menghadapi perubahan dunia kerja yang terus bergerak cepat. Upaya itu dilakukan melalui pembinaan pengetahuan dan keterampilan bagi generasi muda yang digelar di Pendopo Kecamatan Rejoso, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan karang taruna dari 24 desa di Kecamatan Rejoso. Sejak awal acara, suasana berlangsung hidup. Para peserta tampak antusias mengikuti diskusi mengenai pengembangan diri, keterampilan, hingga cara menemukan potensi pribadi.

Camat Rejoso, Teguh Ovi Andriyanto, yang hadir sebagai narasumber utama, menekankan bahwa anak muda tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal. Menurut dia, perubahan zaman menuntut generasi muda memiliki kemampuan beradaptasi serta keberanian mengenali potensi diri sejak dini.

“Tidak semua orang yang menempuh pendidikan tinggi akhirnya bekerja sesuai bidang yang dipelajari. Karena itu, remaja perlu memahami kemampuan dan minat yang benar-benar dimiliki,” ujar Teguh.

Ia menilai, banyak remaja masih terjebak pada ukuran keberhasilan yang semata-mata akademik. Padahal, kemampuan seseorang juga dapat berkembang melalui keterampilan, kreativitas, maupun pengalaman yang sesuai dengan minat pribadi.

“Anak muda harus mulai mengenali apa yang disukai dan membuat mereka nyaman menjalani prosesnya. Dari situ mereka bisa menemukan passion yang sesuai dengan dirinya,” katanya.

Menurut Teguh, pengenalan jati diri menjadi langkah penting dalam menentukan arah masa depan. Dengan memahami potensi dan minat pribadi, seseorang dinilai lebih mudah menentukan pilihan pekerjaan, usaha, maupun keterampilan yang ingin dikembangkan.

Selain penyampaian materi, kegiatan itu juga diisi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Sejumlah remaja menyampaikan pengalaman, hambatan, hingga kegelisahan mereka menghadapi dunia kerja dan persaingan di era digital.

Pemerintah Kecamatan Rejoso tidak ingin kegiatan tersebut berhenti sebagai forum seremonial semata. Sebagai tindak lanjut, panitia melakukan pendataan peserta, mulai dari asal desa, status pendidikan, pekerjaan, hingga usaha yang sedang dijalankan. Nomor telepon peserta juga dihimpun untuk memudahkan koordinasi program pembinaan lanjutan.

Melalui kegiatan itu, pemerintah kecamatan berharap remaja desa semakin percaya diri mengembangkan kemampuan diri dan tidak hanya bergantung pada capaian akademik.

Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, generasi muda desa dinilai perlu dibekali keterampilan, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi agar mampu menciptakan peluang bagi masa depannya sendiri.(*)

Kontributor: Dita Fatma Rianti

Editor: Abdel Rafi