“My Royal Nemesis” Meledak di Netflix, Adegan Pelukan Lim Ji Yeon-Heo Nam Jun Bikin Penonton Global Histeris

Salah satu scene antara Lim Ji Yeon dan Heo Nam Jun dalam drama Korea terbaru “My Royal Nemesis”. (foto: tangkapan layar/Cakrawarta).

SEOUL, CAKRAWARTA.com – Drama Korea terbaru SBS, My Royal Nemesis, tiba-tiba berubah dari “kuda hitam” menjadi fenomena global hanya dalam empat episode. Serial yang dibintangi Lim Ji Yeon dan Heo Nam Jun itu kini menjadi salah satu drama Jumat-Sabtu paling dibicarakan di Asia setelah episode keempat mencetak rating tertinggi sekaligus menguasai tangga Netflix dunia.

Menurut Nielsen Korea, episode yang tayang pada 16 Mei mencatat rating nasional 6,0%, naik dari 5,8% pada episode sebelumnya. Namun yang paling mengejutkan bukan hanya angka rating televisinya, melainkan dominasi drama ini di platform streaming global.

“My Royal Nemesis” resmi menjadi drama SBS Jumat-Sabtu pertama yang menempati posisi No. 1 di daftar “Global Top 10 Non-English Shows” Netflix. Drama tersebut juga bertahan di posisi puncak serial TV paling banyak ditonton di Korea Selatan dan terus menghuni daftar “Today’s Top 10 Series in Korea.”

Ledakan popularitas itu diyakini dipicu oleh chemistry agresif sekaligus absurd antara karakter Shin Seo Ri dan Cha Se Gye yang semakin liar di episode terbaru.

Dalam episode tersebut, Cha Se Gye yang diperankan Heo Nam Jun awalnya tampil dingin dan manipulatif dengan kalimat tajam, “Aku akan membelimu di harga paling rendah sebelum delisting dan menjualmu di harga tertinggi.” Namun beberapa menit kemudian, karakter yang sama justru terlihat panik memikirkan Seo Ri dan mempertanyakan tindakannya sendiri.

Perubahan emosi yang ekstrem itu langsung memicu gelombang reaksi di media sosial Korea maupun internasional. Penonton menilai drama ini berhasil memadukan romansa toxic, komedi delusi, dan ketegangan emosional dalam ritme cepat yang sulit ditebak.

Karakter Seo Ri yang diperankan Lim Ji Yeon juga menjadi sorotan karena terus salah paham terhadap perhatian Se Gye dan mengira semuanya hanyalah “fan service.” Di sisi lain, Se Gye justru mulai percaya diri bahwa Seo Ri diam-diam menyukainya.

Situasi kacau itu memuncak di ending episode ketika Seo Ri berkata, “Kalau kau menatapku seperti itu, bagaimana aku tidak salah paham?” yang langsung dibalas Se Gye dengan kalimat pendek penuh tekanan emosional: “Bagaimana kalau itu memang bukan salah paham?”

Detik berikutnya, Se Gye menarik Seo Ri ke dalam pelukan keras yang kini disebut penggemar sebagai salah satu ending drama Korea paling “berbahaya” tahun ini.

Yang membuat industri hiburan Korea mulai gelisah, popularitas “My Royal Nemesis” tumbuh bukan karena promosi besar atau nama franchise terkenal, melainkan murni dari viralnya potongan adegan romantis di TikTok, X, dan komunitas streaming global.

Fenomena itu membuat banyak pengamat mulai menyebut drama ini sebagai “anomali baru” di tengah tren serial Korea yang belakangan dinilai terlalu aman dan formulaik.

Kini, dengan rating yang terus naik, dominasi Netflix global, dan tensi romansa yang makin brutal, “My Royal Nemesis” perlahan berubah dari drama biasa menjadi obsesi baru penonton internasional.(*)

Kontributor: Rika

Editor: Rafel