Dunia Kerja Berubah Cepat, UNITOMO dan Al Yasmin Siapkan Mahasiswa Hadapi “Badai” Digital

Founder Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya, H. Helmy M Noor dan Rektor UNITOMO, Prof. Dr. Siti Marwiyah menandatangani nota kesepahaman kedua institusi untuk kerjasama peningkatan skill digital mahasiswa di Ruang Proklamasi Lantai III Universitas Dr. Soetomo Surabaya, Rabu (13/5/2026). (foto: Fitrah)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Perubahan dunia kerja yang bergerak cepat akibat disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan mulai dibaca serius oleh perguruan tinggi. Kampus tidak lagi cukup hanya mencetak lulusan berbekal ijazah, tetapi dituntut melahirkan generasi yang adaptif, memiliki keterampilan digital, sekaligus mampu bertahan di tengah kompetisi global yang semakin ketat.

Kesadaran itu mendorong Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya menjalin kerja sama dengan Pesantren Digipreneur Al Yasmin. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama delapan fakultas di lingkungan Unitomo, Rabu (13/5/2036), di kampus setempat.

Kegiatan itu dihadiri jajaran pimpinan universitas, mulai rektor, wakil rektor, para dekan, hingga kepala bidang di lingkungan Unitomo. Delapan fakultas yang terlibat meliputi Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Hukum, serta Fakultas Ilmu Kesehatan.

Rektor Unitomo, Prof Dr Siti Marwiyah, SH, MH, mengatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis kampus dalam menjawab tantangan perubahan zaman yang kian agresif. Menurut dia, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola industri dan kebutuhan tenaga kerja di hampir seluruh sektor. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu menyiapkan mahasiswa agar tidak tertinggal dalam arus transformasi tersebut.

“Unitomo ingin melahirkan sarjana plus, yakni lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan tambahan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini,” ujar Siti Marwiyah.

Ia menilai, keilmuan digital kini tidak lagi menjadi milik fakultas tertentu semata, melainkan telah menjadi kebutuhan lintas disiplin. Dunia pertanian, hukum, komunikasi, ekonomi, hingga kesehatan, kata dia, kini turut mengalami percepatan transformasi berbasis teknologi.

Karena itu, keberadaan Pesantren Digipreneur Al Yasmin dinilai dapat menjadi mitra strategis kampus dalam memperkuat kompetensi digital mahasiswa sekaligus memperluas ruang pembelajaran berbasis praktik.

Selain penguatan keterampilan digital, Unitomo juga berencana memberikan ruang pembinaan bagi mahasiswa berlatar belakang pesantren untuk memperdalam ilmu agama sekaligus kompetensi teknologi di Al Yasmin.

“Ke depan, lulusan perguruan tinggi harus memiliki kemampuan yang benar-benar bisa menopang masa depan mereka. Dunia kerja berubah sangat cepat dan kampus harus mampu membaca perubahan itu,” katanya.

Founder Pesantren Digipreneur Al Yasmin, H Helmy M Noor, menyebut kolaborasi tersebut sebagai ikhtiar mempertemukan pendidikan berbasis nilai dengan tuntutan kompetensi era digital.

Menurut Helmy, pesantren tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah derasnya perubahan teknologi. Pendidikan keagamaan, kata dia, justru perlu hadir untuk memastikan generasi muda memiliki kemampuan adaptasi tanpa kehilangan fondasi moral dan karakter.

“Era digital datang seperti gelombang besar. Kalau generasi muda tidak dipersiapkan sejak sekarang, mereka akan tertinggal. Karena itu, pesantren juga harus ikut membangun kecakapan digital,” ujar Helmy.

Ia memastikan pihaknya akan aktif mendukung implementasi kerja sama tersebut melalui berbagai program pelatihan dan penguatan kompetensi digital mahasiswa.

Kolaborasi antara kampus dan pesantren itu memperlihatkan perubahan arah pendidikan tinggi di Indonesia. Perguruan tinggi kini tidak lagi hanya dituntut melahirkan lulusan ber-IPK tinggi, tetapi juga generasi yang tangguh menghadapi “badai” perubahan digital yang terus bergerak tanpa jeda.(*)

Kontributor: Fitrah

Editor: Abdel Rafi