Pabrik Cokelat Ini Ubah Wisata Oleh-Oleh Jadi Pengalaman “Charlie and The Chocolate Factory” Versi Asia

Halaman depan tempat oleh-oleh berkonsep museum mini Beryl’s, jenama cokelat ternama asal Malaysia. (foto: Cakrawarta)

MALAYSIA, CAKRAWARTA.com – Aroma cokelat langsung menyeruak bahkan sebelum pintu masuk terbuka penuh. Anak-anak berlarian kecil menuju etalase cokelat, orang tua sibuk mengabadikan video mesin produksi yang terus bergerak, sementara pengunjung lain antre membeli es krim cokelat premium yang disebut-sebut sebagai salah satu menu favorit di tempat itu. Itulah pemandangan menarik yang penulis rasakan saat pertama kali diajak turun dan masuk ke pabrik cokelat ternama asal Malaysia, Beryl’s di Selangor, seusai perjalanan akademik dari Universiti Putra Malaysia yang berlokasi tak jauh dari lokasi.

Di kawasan yang dikenal sebagai Seri Kembangan ini, Beryl’s ternyata diam-diam menciptakan pengalaman wisata yang membuat banyak pengunjung merasa seperti masuk ke dunia “Charlie and The Chocolate Factory” versi Asia Tenggara.

Salah satu sudut ikonik di dalam tempat oleh-oleh berkonsep museum mini, Beryl’s di kawasan Seri Kembangan, Selangor, Malaysia. (foto: Cakrawarta)

Bukan sekadar toko oleh-oleh, tempat ini memadukan museum mini, area produksi aktif, pusat belanja cokelat premium, hingga kafe dessert dalam satu kawasan yang padat pengalaman. Hasilnya, Beryl’s kini menjadi salah satu destinasi wisata keluarga yang ramai diburu wisatawan lokal maupun mancanegara.

Daya tarik utamanya terletak pada pengalaman melihat langsung proses produksi cokelat secara real time, sesuatu yang jarang bisa dinikmati publik di industri makanan modern.
Dari lantai atas bangunan, pengunjung dapat mengintip jalannya mesin-mesin produksi yang terus bekerja mengolah cokelat. Anak-anak terlihat antusias menyaksikan bagaimana cokelat cair diproses hingga berubah menjadi produk siap kemas.

“Rasanya seperti melihat dunia cokelat dari balik layar,” ujar salah satu pengunjung yang datang bersama keluarganya yang ditemui tim Cakrawarta.com, Rabu (13/5/2026).

Tak sedikit rombongan sekolah juga terlihat memenuhi area museum. Banyak guru memanfaatkan tempat tersebut sebagai wisata edukasi karena pengunjung dapat mempelajari sejarah kakao dunia dan perkembangan industri cokelat di Malaysia secara singkat namun interaktif.

Meski ukurannya tidak besar, museum mini itu dipenuhi berbagai informasi tentang cokelat, alat-alat produksi lama, hingga perjalanan merek Beryl’s berkembang menjadi salah satu produsen cokelat terkenal di Malaysia.

Sudut produk jadi Beryl’s di museum mini mereka di Kawasan Seri Kembangan, Selangor Malaysia. (foto: Cakrawarta)

Namun pengalaman paling menggoda justru berada di lantai bawah.
Rak-rak panjang dipenuhi berbagai jenis cokelat premium, mulai dari milk chocolate klasik hingga varian bercita rasa lokal khas Asia yang sulit ditemukan di toko biasa. Pengunjung juga bisa membeli cokelat handmade segar, paket mix flavor, hingga dessert cokelat eksklusif.

Di sudut lain, aroma hot chocolate dan pastry dari area kafe membuat banyak pengunjung memilih duduk lebih lama menikmati suasana.

“Tempat ini kecil, tapi pengalaman yang diberikan terasa lengkap,” kata pengunjung lainnya.

Fenomena Beryl’s menunjukkan perubahan tren wisata keluarga modern di Asia. Wisatawan kini tidak hanya mencari tempat besar atau wahana megah, tetapi pengalaman yang interaktif, edukatif, dan mudah dibagikan di media sosial.

Salah satu pemandangan yang membuat berbeda dibandingkan toko oleh-oleh lain adalah ketika pegawai Beryl’s tengah membuat cokelat. Prosesi membuat cokelat ini jadi pengalaman berbeda saat tim Cakrawarta berkesempatan mengunjungi kawasan toko oleh oleh berkonsep museum mini di Seri Kembangan, Selangor, Malaysia, Rabu (13/5/2026). (foto: Cakrawarta)

Konsep factory tourism atau wisata berbasis proses produksi sebenarnya telah lama populer di Eropa dan Jepang. Namun di Asia Tenggara, konsep seperti ini masih relatif jarang ditemukan, terutama di industri cokelat. Karena itu, Beryl’s berhasil menciptakan sesuatu yang sederhana tetapi membekas yaitu membuat pengunjung merasa seperti masuk ke dunia fantasi cokelat yang lengkap dengan aroma manis, mesin produksi raksasa, dan rak-rak penuh cokelat yang tampak nyaris tanpa akhir.
Dan bagi banyak pengunjung terutama dari negara di luar Malaysia tetapi masih satu kawasan di Asia Tenggara, itulah bagian paling menyenangkan dari perjalanan singkat mereka di Seri Kembangan, setidaknya bagi tim Cakrawarta.com yang kebetulan ikut dalam satu rombongan dari Indonesia, RC GERID Universitas Airlangga.(*)

Kontributor: Tommy

Editor: Abdel Rafi