Friday, March 27, 2026
spot_img
HomePendidikanDunia KampusGagasan Transportasi Syariah Berbasis Blockchain Antarkan Mahasiswa UNAIR Raih Best Paper di...

Gagasan Transportasi Syariah Berbasis Blockchain Antarkan Mahasiswa UNAIR Raih Best Paper di Forum Asia

Rizqi Alfy Dzikria dan Qisthy Fatiyah Ahmad, dua mahasiswa UNAIR peraih prestasi level Asia di Vietnam dalam ilustrasi. Ilustrasi dibantu AI. 

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Dua mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) menorehkan prestasi di kancah internasional dengan meraih penghargaan Best Paper pada subtema Creative and Social Entrepreneurship dalam ajang ASIAN Young Leader Forum yang berlangsung pada 18-20 Maret 2026 di University of Economic and Finance Ho Chi Minh City, Vietnam.

Kedua mahasiswa tersebut adalah Rizqi Alfy Dzikria sebagai ketua tim dan Qisthy Fatiyah Ahmad. Bagi keduanya, forum ini menjadi pengalaman internasional pertama yang berkesan.

“Semuanya terasa pertama bagi kami, mulai dari mengikuti forum internasional, ke luar negeri, hingga mempresentasikan karya di hadapan peserta dari berbagai negara. Kami bersyukur bisa membawa pulang penghargaan untuk UNAIR,” ujar Rizqi dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

Dalam forum tersebut, keduanya mengusung karya bertajuk inSwift: Blockchain-Driven Sharia Mobility for Inclusive and Sustainable Urban Transport. Gagasan ini lahir dari persoalan nyata yang dihadapi pengemudi ojek daring di Indonesia, mulai dari ketidakpastian jam kerja hingga pembagian pendapatan dari platform.

Rizqi menjelaskan, konsep inSwift dirancang untuk menghadirkan sistem transportasi berbasis prinsip syariah yang lebih adil dan berkelanjutan. Teknologi blockchain dimanfaatkan untuk memastikan transparansi dan keamanan data dalam sistem.

“Blockchain memungkinkan pencatatan data secara permanen, aman, dan transparan, sehingga tidak mudah dimanipulasi. Ini penting untuk menciptakan ekosistem yang lebih adil bagi para pengemudi,” katanya.

Selain kompetisi akademik, forum ini juga memberikan pengalaman lintas budaya dan jejaring internasional. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan malam budaya, dilanjutkan dengan presentasi karya serta kunjungan industri ke CT Group Vietnam. Pada hari terakhir, peserta mengunjungi HUTECH University sebelum penutupan dan pengumuman pemenang.

Rizqi menilai, pengalaman paling berharga dari forum tersebut adalah kesempatan membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai negara. Ia dan tim berinteraksi dengan peserta dari Malaysia, Singapura, Thailand, China, Korea Selatan, Taiwan, Vietnam, India, hingga Filipina.

“Dari pertemuan itu, kami tidak hanya bertukar ide, tetapi juga mengenal budaya masing-masing negara. Ini menjadi pengalaman yang sangat membuka wawasan,” ujarnya.

Prestasi ini menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi inovatif atas persoalan sosial. Melalui forum internasional, gagasan lokal yang relevan dapat memperoleh panggung global sekaligus memperkaya perspektif lintas negara.(*)

Kontributor: Khefti

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular