
PANDEGLANG, CAKRAWARTA.com –Penantian warga Kampung Blengbeng, Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, akhirnya terjawab. Setelah ambruk diterjang banjir pada 2022, jembatan yang melintasi Sungai Cikayang itu kini kembali berdiri dan resmi digunakan masyarakat.
Peresmian jembatan gantung sepanjang 75 meter tersebut dilakukan Komandan Kodim 0601/Pandeglang Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, Rabu (18/3/2026), ditandai dengan pengguntingan pita bersama unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
Bagi warga, jembatan itu bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan. Selama lebih dari tiga tahun, mereka harus bertaruh keselamatan setiap kali menyeberangi sungai, terutama saat musim hujan.
“Sebelumnya kami memperbaiki secara swadaya, tetapi tidak bertahan lama. Kalau hujan, sangat berbahaya,” ujar Rudi, salah satu warga.
Pembangunan jembatan permanen ini merupakan hasil gotong royong prajurit Kodim 0601/Pandeglang bersama Yonif TP 842/Badak Sakti dan masyarakat setempat. Dalam waktu sekitar dua bulan, jembatan berhasil diselesaikan dengan konstruksi yang lebih kokoh.
Afri Swandi mengatakan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam membantu mengatasi kesulitan akses.
“Dengan adanya jembatan ini, kami berharap aktivitas masyarakat menjadi lebih aman dan lancar, terutama bagi anak-anak yang berangkat ke sekolah,” ujarnya.
Camat Cikeusik Wahyu Awaludin menilai keberadaan jembatan itu sangat vital karena menjadi penghubung utama mobilitas warga. Ia mengapresiasi sinergi TNI dan masyarakat yang memungkinkan pembangunan selesai tepat waktu.
Hal serupa disampaikan Kepala Desa Cikeusik Enur. Ia menyebut pembangunan jembatan sebagai bukti nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan warga.
Peresmian jembatan disambut antusias masyarakat. Warga berbondong-bondong hadir menyaksikan momen tersebut, termasuk para pelajar yang kini dapat bersekolah tanpa rasa khawatir.
Selain meresmikan jembatan, Dandim juga menyerahkan bantuan sembako dan santunan kepada warga.
Kini, Jembatan Blengbeng kembali bukan hanya sebagai penghubung dua wilayah, tetapi juga sebagai penopang harapan baru bagi warga untuk beraktivitas lebih aman dan meningkatkan kesejahteraan mereka.(*)
Kontributor: Johannes “Doblang’
Editor: Abdel Rafi



