Thursday, February 5, 2026
spot_img
HomePendidikanJauh dari Bali, Aparatur Desa Kedisan Belajar Literasi ke Kaki Gunung Salak

Jauh dari Bali, Aparatur Desa Kedisan Belajar Literasi ke Kaki Gunung Salak

Tim aparatur Desa Kadisan Bali saat belajar mengenai tata kelola Taman Baca Masyarakat di TBM Lentera Pustaka di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026). (foto: Yunus)

BOGOR, CAKRAWARTA.com – Menempuh perjalanan lintas pulau, aparatur Desa Kadisan dari Bali datang ke Kaki Gunung Salak untuk belajar menghidupkan budaya baca. Sebanyak 28 aparatur desa mengikuti studi komparatif pengelolaan taman bacaan dan pojok baca digital di TBM Lentera Pustaka di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (4/2/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas aparatur Desa Kedisan tahun 2026. Rombongan ingin menyerap praktik baik pengelolaan literasi berbasis masyarakat mulai dari tata kelola program, strategi menjaring pembaca anak, hingga pengorganisasian relawan, yang selama ini dijalankan TBM Lentera Pustaka. Taman bacaan tersebut kini melayani lebih dari 200 anak pembaca aktif dari empat desa di Kecamatan Tamansari, Bogor.

Rombongan dipimpin Kepala Desa Kedisan Dewa Ketut Raka bersama 27 staf. Mereka disambut Ketua Harian TBM Lentera Pustaka Susilawati dan para relawan. Turut hadir Sekretaris Desa Sukaluyu Dudi beserta dua staf desa. Dalam sesi diskusi, para peserta mempelajari langkah awal mendirikan taman bacaan, pengelolaan pojok baca digital, hingga perancangan program literasi yang berkelanjutan.

“Kami datang untuk belajar pengelolaan taman bacaan. Anggaran sudah tersedia, tetapi kami perlu memahami cara memulai dan mengelolanya dengan benar. TBM Lentera Pustaka dikenal aktif dan inspiratif. Penjelasan yang kami terima sangat memuaskan,” ujar Dewa Ketut Raka.

Selain diskusi, rombongan meninjau fasilitas dan berinteraksi langsung dengan anak-anak serta orang tua yang tengah mengikuti “jam baca”. Di Rooftop Baca, pengelola memaparkan 15 program literasi, pola operasional harian, serta pemanfaatan ruang baca utama, kebun baca, rooftop baca, hingga gudang buku. TBM yang telah beroperasi sembilan tahun ini dinilai memberi gambaran utuh tentang model taman bacaan yang hidup dan berakar pada komunitas.

Tim Aparatur Desa Kadisan Bali berfoto bersama seusai 2,5 jam berdiskusi mengenai tata kelola taman baca di TBM Lentera Pustaka di Kaki Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026). (foto: Yunus)

“Kami senang berbagi pengalaman nyata pengelolaan taman bacaan. Semoga taman bacaan di Bali segera berdiri. Kami siap berkunjung bila sudah berjalan,” kata Susilawati.

Selama sekitar 2,5 jam, suasana kunjungan berlangsung hangat. Rombongan menikmati hidangan khas TBM “rebusan tampah” dan menyaksikan kebiasaan santun anak-anak yang menyambut tamu. Para tamu turut melantunkan salam dan doa literasi, bahkan mengikuti senam literasi bersama.

Menurut salah satu peserta, tata kelola TBM Lentera Pustaka tertib dan ditopang sinergi dengan masyarakat, komunitas, serta kolaborasi CSR. “Modelnya kreatif dan konsisten. Ini yang ingin kami kembangkan di Bali,” ujarnya.

Pilihan Desa Kedisan menjadikan TBM Lentera Pustaka sebagai rujukan dinilai beralasan. Konsistensi kegiatan, tingginya jumlah pembaca aktif, serta agenda literasi rutin setiap bulan menunjukkan bahwa praktik baik berliterasi membutuhkan komitmen dan kesinambungan. Dari kaki Gunung Salak, aparatur Desa Kedisan membawa pulang inspirasi untuk menumbuhkan tradisi baca di kampung halamannya.(*)

Kontributor: Yunus

Editor: Abdel Rafi 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular