Saturday, January 31, 2026
spot_img
HomePendidikanLP Ma’arif PWNU Jatim Evaluasi Diklat 2025, Perkuat Mutu dan Dampak Program...

LP Ma’arif PWNU Jatim Evaluasi Diklat 2025, Perkuat Mutu dan Dampak Program 2026

Momen rapat evaluasi Bidang Diklat LP Ma’arif PWNU Jatim di Surabaya, Sabtu (31/1/2026). (foto: Alto)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – PW LP Ma’arif PWNU Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk memperkuat mutu dan dampak program pendidikan melalui Tinjauan Manajemen (Management Review) bertajuk “Refreshment dan Evaluasi Program Diklat Ma’arif Tahun 2025 untuk Persiapan 2026, yang digelar hari ini, Sabtu (31/1/2026).

Forum ini menjadi ruang refleksi menyeluruh atas pelaksanaan program diklat sepanjang 2025, sekaligus merumuskan strategi penguatan tata kelola, standardisasi mutu, dan keberlanjutan program pada 2026 agar lebih terarah dan berdampak nyata hingga tingkat satuan pendidikan.

Rapat dipimpin Prof Dr Hj Evi Fatimatur Rusydiyah, MAg, dengan notulen Dr Ali Mustofa, MPd. Kegiatan diawali doa yang dipimpin KH Zaini Ilyas, MPdI, disertai pembacaan Al-Fatihah dalam rangka Hari Lahir Nahdlatul Ulama.

Sebanyak 20 Master Trainer Ma’arif dari berbagai bidang strategis terlibat aktif, mulai dari Kurikulum, Akreditasi, Literasi, Numerasi, Big Data dan AI, Science, Aswaja, Karya Tulis Ilmiah, Ma’arif Mart, Perpustakaan, hingga Sekolah dan Madrasah Unggulan.

Dalam forum evaluasi, disepakati sejumlah rencana tindak lanjut yang menekankan penguatan tata kelola diklat, yang menegaskan setiap kegiatan diklat wajib dilengkapi pertanggungjawaban akademik dan keuangan, disertai instrumen pre-test dan post-test pada setiap modul.

Seluruh materi diklat mulai modul, bahan ajar, hingga presentasi, akan dikelola dalam sistem manajemen file terpadu. Untuk menunjang aspek teknis, operator pelatihan 2026 diperkuat, termasuk penegasan absensi Master Trainer dua kali sehari sebagai dasar administrasi transportasi.

Sebagai identitas kelembagaan, LP Ma’arif juga merencanakan pengadaan jaket seragam Master Trainer yang akan dikoordinasikan dengan jajaran pimpinan harian.

Setiap kelompok kerja modul diwajibkan menyempurnakan materi dan instrumen evaluasi secara daring dan menyerahkan dokumen paling lambat 7 Februari 2026. Sertifikat Diklat Ma’arif 2026 ditetapkan memuat minimal 32 jam pelatihan sesuai standar nasional.

Tinjauan Manajemen ini juga menyoroti pentingnya tindak lanjut pasca pelatihan. Program Ma’arif Mart, misalnya, telah membuahkan dua unit usaha di Malang dan Kediri, meski diseminasi ke tingkat cabang masih perlu diperkuat melalui monitoring, kunjungan lapangan, dan penjajakan kerja sama, termasuk dengan BMT Bojonegoro.

Bidang Literasi mencatat praktik baik melalui pendampingan daring buku berjenjang, sementara bidang Perpustakaan berhasil mendiseminasikan otomasi SLiMS di Ponorogo, Madiun, dan Pamekasan. Program Data Sains dan AI mulai mendorong pembelajaran berbasis kecerdasan buatan di Kediri dan Ponorogo.

Sebaliknya, sejumlah bidang seperti Numerasi, Sekolah dan Madrasah Unggulan, serta Karya Tulis Ilmiah dinilai masih memerlukan penguatan pelaporan dan pendampingan agar dampak program lebih terukur.

Sebagai langkah awal konsolidasi, LP Ma’arif PWNU Jatim menjadwalkan pertemuan daring seluruh peserta Diklat pada Senin (9/2/2026) mendatang, sebagai forum penyamaan persepsi dan penguatan komitmen tindak lanjut.

Selain itu, ditetapkan jadwal Diklat Ma’arif 2026 dengan kuota 40 peserta per bidang, yang akan berlangsung bergilir mulai April hingga Oktober 2026.

Melalui Tinjauan Manajemen ini, LP Ma’arif PWNU Jawa Timur meneguhkan Diklat Ma’arif sebagai instrumen strategis peningkatan mutu pendidikan dan penguatan sumber daya manusia. Tahun 2026 diarahkan sebagai fase penguatan implementasi, konsistensi mutu, dan perluasan dampak pendidikan Ma’arif di Jawa Timur.(*)

Kontributor: Alto

Editor: Abdel Rafi 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular