Friday, January 27, 2023
HomePolitikaZiarah Makam Nabi Dan Wali, Ketum BAPERA: Langkah Reflektif Kemanusiaan Kita!

Ziarah Makam Nabi Dan Wali, Ketum BAPERA: Langkah Reflektif Kemanusiaan Kita!

Ketua Umum DPP BAPERA Fahd Al-Fouz A Rafiq (tengah, baju hitam) dan pengurus BAPERA saat di depan Masjid Sunan Kudus, Jawa Tengah, Minggu (22/1/2023). (foto: istimewa)

SURABAYA – Sisi spiritualitas Fahd El-Fouz A Rafiq kerapkali tak tersorot publik. Wisata sejarah untuk menapaktilasi nilai-nilai sejarah dan aspek kemanusiaan yang dapat diserap sebagai sumber energi diri dan pergerakan adalah rutinitas tahunannya.

Jika sebelumnya, kegiatan umrohnya di Arab Saudi, Ketua Umum DPP Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA), Fahd sentiasa melakukan ziarah kubur ke makam-makam Nabi untuk mengambil jejak nubuat dan sisi kemanusiaannya, maka pada Minggu (22/1/2023) bertepatan dengan 1 Rajab 1444 dalam Kalender Hijriah, Fahd melanjutkan dengan melakukan ziarah kubur ke makam Wali Songo.

“Umroh yang setahun bisa 3 kali itu dan ziarah Wali Songo setahun sekali dengan mengajak anggota BAPERA saya juga maksudkan untuk memberikan semangat kepada para anggota dan seluruh pengurus BAPERA di Indonesia. Menyerap energi para Nabi dan Wali dalam berbakti pada negeri,” ujar Fahd El-Fouz A Rafiq pada media ini, Senin (23/1/2023).

Rutinitas ziarah kubur mulai dari makam Nabi hingga makam wali tersebut membuat ormas BAPERA yang dipimpinnya langsung menghentak Republik Indonesia dengan memberikan warna baru dalam dunia organisasi masyarakat di tanah air.

“Umroh dan ziarah mengajak kita pada wisata spiritual. Ibadah umroh adalah jejak nubuat, sebagai tempat yang memiliki nilai sejarah, jika di Mekkah ada makam Nabi Ibrahim AS maka di Madinah ada makam Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya seperti Abu Bakar dan Ummar bin Khattab,” imbuh mantan Ketum PP AMPG itu.

Menurut Fahd, jejak nubuat dapat dikategorikan sebagai tempat yang memiliki nilai sejarah kenabian sebagaimana makam para wali Allah. Para wali dan kekasih Allah itu dinilai oleh putra penyanyi dangdut A  Rafiq itu, mampu menghadirkan pancaran sinar keilahian dan cahaya nubuat yang akhirnya mampu menghadirkan daya tarik secara otomatis.

“Ziarah kubur itu refleksi kemanusiaan dan ketuhanan. Punya dua fungsi dimana bagi si mayit meringankan beban si penghuni kubur karena mereka telah berpindah alam sebagaimana Q.S Al-Imran: 69 yang artinya ‘janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki’,” paparnya menyitir ayat suci Al-Quran.

Sementara itu, lanjut Fahd, “Untuk para peziarah sendiri mengingatkan dan menumbuhkan kembali rasa kesadaran Ilahiah dan Insaniah dengan meningkatkan kezuhudan, bahwa kita di dunia ini ada masanya.”

Mantan Ketum DPP KNPI itu mengatakan bahwa ziarah kubur merupakan bentuk pengingat diri bahwa sebagus apapun diri manusia, setinggi apapun pangkat dan jabatannya, manusia tetap tak bisa menghindarkan diri dari kematian.

Fahd menegaskan bahwa seorang peziarah sedang melakukan napak tilas langkah-langkah transendentif melalui kesadaran reflektif berbasis ketuhanan untuk kemudian lebih memahami hakekat dirinya sebagai manusia untuk kemudian mampu mengaplikasikan sisi kemanusiaan tersebut seusai melakukan ziarah.

“Ziarah bukan hanya mengunjungi makam orang terdekat yang mendahului kita atauun mengujungi makam para Wali Allah yang telah berjasa tapi lebih sebagai refleksi keberadaan kemanusiaan kita di dunia. Dengan begitu keberadaan kita bernilai dan tidak sia-sia. Maka dari itu kita perlu beriziarah untuk menapaktilasi kemanusiaan kita. Sumber energi berbakti pada negeri,” pungkas pria yang juga merupakan Ketua Bidang Ormas DPP Partai Golkar itu.

(asw/bus)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular