Monday, March 4, 2024
HomeEkonomikaDaerahWakil Ketua DPRD Reni Astuti: Ekonomi Kreatif Anak Muda Wajib Disupport

Wakil Ketua DPRD Reni Astuti: Ekonomi Kreatif Anak Muda Wajib Disupport

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti (tengah) saat membuka secara resmi gerai ke-6 Boba Koe di Maspion Square Ahmad Yani Surabaya, Jumat (28/2/2020) siang. Reni Astuti mendorong dan mensupport tumbuh kembang ekonomi kreatif yang dijalankan anak-anak muda. (foto: irma)

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti meminta ekonomi kreativitas anak muda harus terus didorong agar mampu memberikan kontribusi lebih terhadap pengurangan angka pengangguran di Surabaya yang masih tergolong besar.

Hal itu disampaikan Reni Astuti saat membuka secara simbolis gerai ke-6 brand Boba Koe, usaha kuliner minuman kreasi asli anak muda Surabaya di Maspion Square, Jumat (28/2/2020) siang.

“Saya sangat mengapresiasi ekonomi kreatif seperti ini. Usaha Boba Koe ini tentu membutuhkan pegawai. Dari satu titik minimal 2 sampai 4 orang. Jika outletnya puluhan bahkan ratusan kita bisa bayangkan bagaimana kontribusinya terhadap angka pengangguran di Surabaya,” ujar Reni Astuti.

Menurut politikus wanita yang digadang-gadang maju dalam Pilwali Surabaya 2020 mendatang ini, dalam upaya mendorong ekonomi kreatif anak muda itu adalah efisiensi dan kecepatan dalam pemberian pelayanan semisal pengurusan SIUP, TDP, HKI, halal BPOM dan lainnya.

“Anak muda ini kan tidak suka yang riweuh, mbulet dan sejenisnya. Selama sesuai prosedur saya yakin anak muda akan kooperatif dengan aturan main berbisnis di Surabaya,” imbuh politikus PKS itu.

Reni Astuti ditemui pendukungnya saat meresmikan gerai Boba Koe di Maspion Square, Jumat (28/2/2020). Reni pada banyak kesempatan terus didorong lapisan masyarakat maju dalam Pilwali Surabaya 2020. (foto: irma)

Reni Astuti menegaskan bahwa dirinya sangat senang dan akan selalu support siapa saja anak muda yang punya ide kreatif dalam mengembangkan jiwa entrepreneur sehingga mampu membantu anak-anak muda lainnya di sekitarnya.

Untuk diketahui, dibalik kisah sukses Pemkot, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya angka pengangguran terbuka (tpt) per Agustus 2019 sebesar 5,87%. Dari angka itu dapat dibaca bahwa dari 100 angkatan kerja terdapat 5 sampai 6 yang menganggur.

(bus/bti)

RELATED ARTICLES

Most Popular