Berita Terpercaya Tajam Terkini

Wabah Covid-19 Kian Merebak, REKAN Indonesia Desak TNI/Polri Dilibatkan “Tertibkan” Masyarakat

Ketua nasional Relawan Kesehatan (REKAN) Indonesia, Agung Nugroho dalam suatu kesempatan beberapa waktu lalu. (foto: istimewa)

 

JAKARTA – Angka warga yang terpapar SARS-COV2 penyebab Covid-19 semakin tinggi. Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per hari ini, Sabtu (21/3/2020) disebutkan bahwa terdapat 369 positif, dengan data wafat sebanyak 32 dan sembuh 17.

Ditengah naiknya kasus covid-19, pemerintah pusat sampai saat ini belum mengambil langkah strategis dan taktis terhadap penanggulangan wabah virus tersebut. Meski memberlakukan pembatasan jarak sosial, dengan harapan warga secara sadar melakukan isolasi mandiri dengan berdiam diri di rumah, namun pelasanaannya masih setengah hati. Hal ini bisa dilihat masih banyaknya warga yang masih berkerumun di keramaian, mulai dari kerumunan di kendaraan umum, acara resepsi, acara keagamaan, arisan keluarga, begitu pun di cafe, dan warung-warung masih terlihat warga berkerumun menjalankan aktifitas interaksi sosialnya seperti biasa.

Penyebaran covid-19 tidak bisa dianggap enteng dan pemerintah perlu segera mengantisipasi penyebarannya dengan pengetatan pengawasan di berbagai titik.

Wabah ini disinyalir juga dapat menimbulkan gejolak sosial di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan peran institusi TNI dan Polri dalam memastikan pola penanganan dapat berjalan dengan baik demi terciptanya keamanan nasional.

Demikian dinyatakan oleh Ketua Nasional Relawan Kesehatan (REKAN) Indonesia, Agung Nugroho di Jakarta.

Agung mengatakan, masih banyaknya warga yang menganggap remeh terhadap penularan SARS-COV2 lebih disebabkan pemahaman warga yang minim. Namun hal ini seharusnya tidak menjadi pemakluman kepada warga yang tidak mengindahkan arahan pemerintah terhadap pembatasan jarak sosial.

“Disinilah perlu peran TNI dan Polri untuk membantu arahan pemerintah terkait penanggulangan Covid-19 bisa berjalan maksimal,” tutur Agung kepada cakrawarta.com

Masih menurut Agung, TNI melalui Kodim dan Koramilnya harus berperan aktif untuk terus memantau dan menghimbau tanpa henti agar warga di wilayahnya dapat mematuhi pembatasan jarak sosial agar warga yang tidak berkepentingan khusus misalnya bekerja, berdagang atau membeli barang dagangan untuk tidak berkumpul dan bisa kembali segera ke rumah.

“Demikian juga polisi, melalui polsek polseknya dapat melakukan patroli dan menggunakan pengeras suara di mobil patroli untuk mengingatkan warga yang berkumpul di jalan, cafe, dan warung warung untuk segera kembali ke rumah untuk berdiam diri,” jelas Agung.

Selain itu, Agung juga mengingatkan kepada Camat dan Lurah juga untuk aktif berpatroli bersama satpol PP di kampung kampung tempat tinggal warganya untuk memastikan bahwa arahan pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 benar-benar dilakukan warga di wilayahnya.

“Jangan sampai camat dan lurah, justru lengah dan membiarkan aktifitas warganya yang berbentuk keramaian,” pungkas Agung.

(ms/bti)

Comments are closed.