Wednesday, April 17, 2024
HomePendidikanUnair Sukses Gelar Konferensi Internasional Pertama tentang Penyakit Menular di Era Covid-19

Unair Sukses Gelar Konferensi Internasional Pertama tentang Penyakit Menular di Era Covid-19

Konferensi internasional pertama tentang penyakit tropis dan menular dengan topik “Update on Management of COVID-19 and Tropical Diseases” yang diselenggarakan ITD dan RC-GERID Universitas Airlangga berhasil dilakukan secara daring dengan menghadirkan ratusan peserta yang berbicara tentang perkembangan manajemen penanganan pandemi Covid-19 pada Senin-Selasa (29-30/11/2021) secara daring. (foto: cakrawarta)

 

 

SURABAYAInstitute of Tropical Disease (ITD) bersama Research Center on Global Emerging and Re-emerging Infectious Diseases (RC-GERID) Universitas Airlangga (Unair) sukses menyelenggarakan 1st International Conference on Infectious and Tropical Diseases (ICITD) dengan mengusung tema “Update on Management of COVID-19 and Tropical Diseases”. Konferensi ini merupakan konferensi internasional pertama mereka di tengah situasi pandemi Covid-19.

Konferensi tersebut berlangsung selama dua hari pada Senin dan Selasa (29-30/11/2021). Lebih dari 100 partisipan bergabung dalam konferensi yang dilaksanakan secara daring melalui platform zoom meeting baik dari dalam maupun luar negeri.

Kegiatan ini merupakan inovasi baru yang dilakukan LPT UNAIR dalam mengoptimalkan pengetahuan dan hasil penelitian terkait penyakit menular dan penyakit tropis.

Menurut Ketua ITD Unair, Prof. Maria Inge Lusida, dr., M.Kes., Ph.D mengatakan bahwa penyakit menular dan penyakit tropis banyak menginfeksi dan membahayakan manusia dan salah satunya yang saat ini tengah dihadapi hampir seluruh umat manusia di dunia adalah Covid-19.

“Agenda SDG’s pada tahun 2030 fokus kepada apa yang harus kita lakukan untuk mencegah, mengantisipasi, dan merespon pandemi yang diprediksi bisa lebih menginfeksi di masa depan,” jelas Prof. Inge saat membuka konferensi tersebut pada Senin (29/11/2021).

Konferensi internasional tersebut menghadirkan 7 invited speakers dari berbagai negara yaitu Dr. Soedarsono, dr., Sp.P(K) (Faculty of Medicine, Universitas Airlangga, Indonesia), Dr. Gatot Soegiarto, dr., Sp.PD, K-AI, FINASIM (Faculty of Medicine, UniversitasAirlangga, Indonesia), Prof. Masanori Kameoka (Graduate School of Health Sciences, Universitas Kobe, Jepang), Prof. Dr. Fedik Abdul Rahman, drh., (Institute of Tropical Disease, Universitas Airlangga, Indonesia), Prof. Dr. Habibah Wahab (Universiti Sains Malaysia), Dr. Jonathan Wong, Ph.D  (Director of Scientific Development, ImmunitorInc, Kanada), Prof. Kazufumi Shimizu, Ph.D (Center for Infectious Diseases, Kobe University Graduate) dan satu keynote speaker Dr. Vivi Setiawaty, dr., M. Biomed (NIHRD, Ministry of Health Indonesia).

Sementara itu, menurut Ketua Panitia acara Laura Navika Yamani, S.Si., M.Si., Ph.D mengatakan bahwa konferensi internasional pertama di era Covid-19 tentang penyakit menular dan tropis ini juga menghadirkan presentasi secara oral dan poster.

“Ya, acara menjadi semakin lengkap dengan adanya presentasi oral dan poster. Kegiatan ini cukup mencuri perhatian para akademisi dan peneliti. Buktinya sebanyak 50 peserta mengikuti persentasi oral dan poster pada kegiatan konferensi kita ini,” ujar Laura kepada cakrawarta.com saat dihubungi, Rabu (1/12/2021).

Alumnus Kobe University Jepang tersebu sangat senang karena acara tersebut membuktikan bahwa manusia dan khususnya akademisi bisa tetap menyelenggarakan sebuah konferensi internasional di tengah situasi pandemi Covid-19 sesuai dengan prinsip adaptasi kebiasaan baru.

“Tentu senang ya, dihadiri ratusan peserta dari berbagai negara dimana penyelenggarannya menyesuasikan dengan situasi terkini dan juga mampu memberikan kajian dan hasil kerja ilmiah untuk menjadi solusi ke depannya. Akademisi kampus terus berupaya menulis dan meneliti untuk membantu agar situasi Covid-19 terus membaik,” imbuh wanita yang juga merupakan dosen epidemiologi itu.

Karenanya, Laura sangat berharap acara seperti konferensi internasional yang membincang penyakit tropis dan menular bisa dilaksanakan setiap tahun.

“Harapan saya bisa rutin dilakukan setiap tahun dengan topik yang lebih menarik dan menantang serta sesuai kebutuhan masyarakat. Artinya dunia kampus terus menjadi problem solver sesuai tupoksinya,” pungkas Laura.

(yasmin/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular