Wednesday, June 19, 2024
spot_img
HomeSains TeknologiTerkait Perkembangan Kecerdasan Buatan, Dosen UMY: Jangan Takut dan Tetap Pakai AI!

Terkait Perkembangan Kecerdasan Buatan, Dosen UMY: Jangan Takut dan Tetap Pakai AI!

Dosen Program Studi Teknologi Informasi UMY, Nurwahyu Alamsyah (berdiri), saat memberikan materi tentang kecerdasan buatan pada guru-guru Muhammadiyah se-Kabupaten Bangkalan, Madura, beberapa waktu lalu. (foto: cakrawarta)

Bangkalan, – Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus berkembang tanpa henti. Perkembangannya banyak mengancam peran dan pekerjaan manusia di era Industri 4.0 ini.

Riset yang dilakukan Glints dan Monk’s Hill Ventures (MHV) menjelaskan bahwa pekerjaan-pekerjaan yang dapat digantikan oleh AI diantaranya berada di bidang layanan pelanggan, pemasaran dan penjualan, sumber daya manusia, teknologi informasi, analisis data, dan bidang administrasi.

Selain itu, Insider menjelaskan secara spesifik bahwa guru merupakan 10 pekerjaan yang dapat digantikan oleh AI. Sementara itu, Dekan Computing and Information Science Department di Rochester Institute of Technology, New York, Amerika Serikat, mengatakan bahwa ChatGPT menjadi ancaman serius bagi guru karena informasi di masa mendatang akan lebih mudah didapatkan dengan lebih presisi dan sesuai dengan kebutuhan penggunanya (personalized).

Hal ini yang diangkat oleh Nurwahyu Alamsyah, Dosen Program Studi Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang ia lakukan di SMA Muhammadiyah 1 Bangkalan. Dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat Skema PP Muhammadiyah ini, Alam mengatakan bahwa pentingnya guru untuk terus melakukan pembaharuan pengetahuan dan kompetensi di era AI yang terus berkembang begitu pesat.

“Guru tidak boleh takut apalagi menghindari perkembangan AI, namun guru harus tetap beradaptasi, mengakuisisi, mengadopsi dan menggunakan AI untuk keperluan pembelajaran di dalam kelas,” ujarnya pada guru-guru SMA Muhammadiyah 1 Bangkalan, Madura beberapa waktu lalu.

Salah satu fitur AI sederhana yang dapat digunakan guru, lanjut Alam, adalah membuat media ajar berupa gambar, audio, dan video bisa menggunakan AI dengan personalisasi sesuai kebutuhan materi di dalam kelas. Alam mempraktekkan bagaimana bisa membuat media promosi untuk SMA Muhammadiyah 1 Bangkalan dengan membuatkan replika gedung SMA menggunakan prompt di ChatGPT.

“Acara ini mendapatkan antusiasme yang positif dari peserta yang hadir. Peserta yang datang dari berbagai sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Bangkalan ini justru banyak bertanya bagaimana AI dapat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan administrasi guru seperti membantu memudahkan pembuatan rencana pembelajaran semester (RPS), hingga membuat gambar animasi binatang untuk keperluan media pembelayaran di kelas,” papar Alam saat dihubungi media ini, Senin (3/6/2024).

Alam menegaskan beberapa kalimat menarik dimana ia menekankan bahwa para guru tidak perlu takut dengan AI.

“Jangan takut! Tetaplah pakai AI, namun perlu melibatkan pikiran dan hati untuk mengoreksi hasil prompt AI. Karena AI tidak boleh dipercaya 100%, tetapkan sediakan ruang untuk berpikir kritis dan selalu latih daya berpikir kritis itu dengan memperbanyak diskusi luring,” pungkas pria yang menyelesaikan studi master dan doktoralnya di Taiwan itu.

(bus/rafel)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular