Monday, July 22, 2024
spot_img
HomePolitikaTerjadinya Ledakan Sarinah Bukti Lemahnya Leadership Jokowi-Jk

Terjadinya Ledakan Sarinah Bukti Lemahnya Leadership Jokowi-Jk

Ketua Presidium Sekber Indonesia Berdaulat, Ali Mahsun.
Ketua Presidium Sekber Indonesia Berdaulat, Ali Mahsun.

JAKARTA – Ketua Presidium Sekber Indonesia Berdaulat, Ali Mahsun menyatakan Bom Sarinah, Kamis (14/1/2016) merupakan tindakan biadab dan tak berperikemanusiaan yang mengakibatkan ibukota mencekam dan telah mencerabut rasa aman rakyat dan bangsa Indonesia. Siapapun pelakunya, dan apapun motifnya, Polri harus segera mengusut tuntas dan transparan, tak boleh ada yang ditutup-tutupi.

“Untuk itu, kami mengutuk keras tindakan brutal dan biadab tersebut,” tegas Ali Mahsun saat ditemui di Jakarta, Kamis (14/1/2016) siang kemarin.

Ali menambahkan, hingga saat ini ekonomi Indonesia belum pulih dari krisis, bahkan sebaliknya semakin terpuruk. Sebagai Ketua Umum Asosiasi PKL Indonesia, Ali bisa merasakan bahwa rakyat makin miskin dan menderita akibat himpitan ekonomi dan ambruknya daya beli mereka.

Menurut Ali, kegaduhan politik nasional silih berganti, tak kunjung usai bahkan semakin eskalatif. Korupsi makin sistemik dan merajalela. Kepastian dan penegakkan hukum semakin jauh dari harapan. Karenanya ia mempertanyakan kinerja pemerintahan Jokowi-JK. “Ada apa dengan Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi-JK? ujar Ali dengan nada heran.

Ali dan pihaknya menilai kasus Bom Sarinah merupakan bukti bahwa rezim Jokowi-JK melengkapi ketidakmampuannya mengelola bangsa dan negara.

“Bukan saja gagal mewujudkan stabilitas ekonomi, politik dan hukum, lebih dari itu, rezim Jokowi-JK telah gagal total mewujudkan keamanan dan tidak mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Untuk itu, Sekber Indonesia Berdaulat mendesak Jokowi-JK segera mengundurkan diri.

“Kalau tidak mampu pimpin Indonesia adalah sangat arif dan bijaksana kalau Jokowi-JK segera mundur dengan legowo demi nasib dan masa depan rakyat, bangsa, dan negara Indonesia,”pungkas Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI periode 1995– 1998.

(bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular