Wednesday, April 17, 2024
HomePendidikanPsikologiSedih dan Hampa Habis Nonton Konser? Begini Tips Psikolog Untuk Mengatasinya

Sedih dan Hampa Habis Nonton Konser? Begini Tips Psikolog Untuk Mengatasinya

ilustrasi. (foto: anthony delanoix)

Surabaya, Bagi sebagian besar dari kita, momen kemeriahan konser dan bertemu langsung sang idola adalah pengalaman yang sulit dilupakan. Tidak sedikit dari kita yang menjadi penonton konser atau penggemar seorang penyanyi, idola dan sejenisnya yang mengalami guncangan psikologis, sedih atau merasa hampa, setelah konser berakhir. Menurut Pakar Psikologi, Atika Dian Ariana, gejala seperti itu disebut dengan post concert depression (PCD).

PCD sendiri merupakan bentuk dari luapan emosi yang terasa secara melankolis dan menimbulkan kesedihan yang mendalami seusai konser.

“Namun, perlu digarisbawahi perasaan tersebut secara diagnosis bukanlah tergolong gangguan mental. Namun, hal ini bukanlah hal remeh dan harus mendapat perhatian dengan baik karena akan berdampak pada keberlangsungan hidup sehari-hari,” tuturnya dalam keterangannya pada media ini, Selasa (19/3/2024).

Menurut Atika -sapaan akrabnya- PCD dapat terjadi karena adanya ekspektasi yang luar biasa yang terbentuk sebelum konser berlangsung. Umumnya, mereka sebagai penonton dan penggemar memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap konser tersebut dan merencanakan hal bahagia selama konser tersebut berlangsung.

Luapan emosi dan perasaan bahagia terluapkan saat konser, ditambah ekspektasi tinggi yang mereka bentuk sebelum konser terbayar dengan lunas. Namun, luapan emosi tersebut menjadi faktor pemicu terjadinya PCD pada penonton dan penggemar.

Pakar Psikologi Universitas Airlangga, Atika Dian Ariana. (foto: dokumen Unair)

“Rasa bahagia yang dirasakan tidak dapat diungkapkan, terutama konser tersebut merupakan hal yang dinanti sejak lama. Namun, setelah konser itu berakhir mereka mengalami perubahan suasana yang ekstrim. Mereka harus kembali pada aktivitas sehari-hari yang tak seindah saat konser itu berlangsung,” tambahnya.

Atika menjelaskan bahwa faktor lainnya yang dapat memicu terjadinya post concert depression yakni kehidupan pasca-pandemi yang terjadi tiga tahun yang lalu. Masa pandemi menyebabkan mobilitas kehidupan terbatas, terutama menonton konser. “Konser tersebut menjadi momen yang paling dinanti setelah kehidupan pasca pandemi,” paparnya.

Atika menerangkan bahwa salah satu gejala yang nampak pada orang dengan PCD adalah pikiran negatif, perasaan sedih yang mendalam, dan susah move on dari suasana konser. Susah move on itu menyebabkan rasa ingin kembali lagi pada konser tersebut.

“Bahkan beberapa penggemar yang mengalami susah move on ini rela mengikuti tur di negara lainnya untuk merasakan vibes yang sama. Terkadang, ditambah adanya rasa kecemasan atau anxiety bahwa konser tersebut tidak dapat terulang kembali didalam hidupnya,” tegasnya.

Bukan hanya itu, lanjut Atika, mereka akan memiliki kecenderungan untuk mengulang-ulang tayangan konser melalui ponsel dan menceritakan momen bahagia secara terus-menerus. Peristiwa tersebut merupakan hal yang tidak baik karena akan menimbulkan perasaaan tiada hal yang penting selain konser tersebut.

Atika menyebut bahwa penanganan orang dengan PCD sama dengan penanganan kasus depresi. Salah satunya, berinteraksi dengan orang sekitar di lingkungan kita. “Hal itu membantu orang tersebut untuk kembali pada kehidupan nyatanya,” tukasnya.

Karena itulah, Atika mengimbau untuk membentuk pola hidup yang sehat kembali. Mulai mengatur jadwal istirahat, pola makan, dan pikiran. Selain itu merancang aktivitas perlu dilakukan untuk meningkatkan sense atas kehidupan yang nyata.

“Pada prinsipnya, seluruh yang terjadi pada kehidupan kita sifatnya come and go. Hal itu bisa datang kapanpun dan juga bisa pergi kapanpun. Namun, perlu diingat hidup tidak stagnan harus dijalankan kembali dan terus melangkah sekaligus membuat langkah selanjutnya yang harus dilakukan,” pungkas wanita yang juga Dosen Psikologi Universitas Airlangga itu.

(pkip/mar/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular