
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menghadirkan cara berbeda untuk memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Sebanyak 32 tim dari lembaga dan badan otonom (banom) PWNU Jatim akan berkompetisi dalam HSN Soccer League 2026 pada 27-31 Oktober 2026 di Al-Akbar Mini Soccer, Surabaya.
Liga sepak bola tersebut tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga dirancang sebagai ruang konsolidasi dan penguatan soliditas organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.
“Ini Liga HSN yang pertama di Indonesia, ajang Olah Batin dan Olah Raga, sekaligus untuk konsolidasi dan soliditas organisasi. Pendaftaran tim paling lambat 22 Oktober kepada Abdillah (+62 858-5520-5721),” kata inisiator Liga HSN, H Helmy M Noor, di Surabaya, Senin (19/10/2026).
Helmy yang juga Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PWNU Jatim sekaligus anggota panitia HSN 2026 PWNU Jatim itu menegaskan, sepak bola bukan olahraga yang asing bagi kalangan santri. Tradisi pesantren, menurutnya, juga mengenal beragam aktivitas yang memadukan kebugaran jasmani dan kehidupan spiritual.
Ia mencontohkan KH Abdul Hamid Pasuruan dari Pesantren Salafiyah Pasuruan yang dikenal memiliki kegemaran bermain sepak bola dan layang-layang.
“Gus Firjaun (Plh Ketua PWNU Jatim KH Firjaun Barlaman) juga pernah menceritakan hobi Mbah Kiai Hamid Pasuruan untuk main bola, termasuk melawan tim pemain yang terkenal sakti, Mbah Hamid bisa mengalahkan dengan hanya menghentakkan kaki ke tanah,” katanya.
Helmy, yang juga pengasuh Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya, menambahkan bahwa pesantrennya turut memeriahkan HSN 2026 melalui pemberian beasiswa kepada 40 santriwati untuk mengikuti Santri Digital Camp 2026 pada 20-24 Oktober.
29 Agenda Warnai Hari Santri PWNU Jatim
Sementara itu, Ketua Panitia HSN 2026 PWNU Jatim, KH Musta’in, menjelaskan bahwa Liga HSN merupakan satu dari sembilan agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Santri tahun ini.
Secara keseluruhan, PWNU Jatim menyiapkan 29 kegiatan sepanjang Oktober–Desember 2026. Rangkaian tersebut terdiri atas sembilan agenda utama PWNU Jatim dan 20 kegiatan yang diselenggarakan lembaga serta banom di lingkungan organisasi.
Agenda utama diawali dengan kick-off di Pesantren Sunan Bejagung, Tuban, pada 11 Oktober, dilanjutkan ziarah muassis di Jombang pada 18 Oktober dan ziarah muharrik di sembilan kabupaten/kota pada 20 Oktober.
PWNU Jatim juga menggelar Apel Hari Santri di Gedung PWNU Jatim pada 22 Oktober sebelum pelaksanaan HSN Soccer League 2026 pada 27-31 Oktober.
“Apel HSN 2026 PWNU Jatim dilakukan dengan upacara di lantai 3 Gedung PWNU yang diikuti seluruh Pengurus PWNU 121 orang dan Pengurus 31 lembaga/banom sebanyak 155 orang. Total peserta upacara HSN adalah 276 orang, yang dibantu 25 petugas upacara dari IPNU-IPPNU, sehingga semuanya berjumlah 301 orang,” katanya, Senin siang.
Agenda utama lainnya meliputi Mujahadah Kubro di Gedung HBNO/PCNU Surabaya pada 9 November, Apel Kader NU di Alas Purwo, Banyuwangi, yang melibatkan ribuan kader IPNU-IPPNU dan LP Ma’arif pada 21 November, serta Lomba Kinerja Antar-PRNU se-Jawa Timur pada Oktober–November.
Selain itu, terdapat NUConomic Festival di Bondowoso yang diselenggarakan LPNU pada 22 November dan Konser Amal yang dijadwalkan berlangsung pada Desember.
Lembaga dan Banom Gelar Program Pendidikan hingga Pemberdayaan
Di luar agenda utama, lembaga dan banom PWNU Jatim turut mengisi peringatan HSN 2026 melalui berbagai program yang menyentuh bidang pendidikan, sosial, kesehatan, kebencanaan, keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi.
Lazisnu, misalnya, menjadwalkan penyerahan bantuan fasilitas atau bangunan ke Aceh pada 13-14 Oktober, Pelatihan Vokasi Santri pada 25 Oktober, serta program pendistribusian bantuan ke Nusa Tenggara Timur yang dalam data panitia tercantum pada periode 2006-2027 dan perlu dikonfirmasi kembali.
Di bidang pendidikan, LPTNU menggelar Podcast Pendidikan Serentak pada Oktober-November. Lakpesdam menjadwalkan peluncuran buku pelatihan Aswaja dan Daurah Aswaja bagi penerima beasiswa NU pada periode yang sama.
Sementara itu, LFNU menyelenggarakan Kaderisasi Ahli Hisab-Rukyat di Unugiri Bojonegoro pada 7-8 November. Lesbumi menggelar Kenduren Sastra di Jember pada November, sedangkan LTNU merencanakan Rembuk Media pada bulan yang sama.
Program kesehatan dan sosial juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. LKKNU menjadwalkan pemeriksaan pap smear di Sumenep serta kegiatan terkait TBC dan stunting di Jember. LKNU mengusung program Satu Sehat, Satu Data, dan Satu Generasi, sedangkan LPBI menggelar diskusi kelompok terarah mengenai Pesantren Tangguh Bencana.
Di lingkungan pesantren dan masjid, RMI menjadwalkan Halaqah Pesantren di Bangkalan pada 14 November. LTM NU juga merencanakan pendidikan dan pelatihan marbot masjid di lingkungan Kementerian Agama Surabaya, sementara LP Ma’arif NU menggelar Jelajah Santri di Probolinggo pada 14-15 November.
Adapun LPBH menjadwalkan kajian Undang-Undang Yayasan pada September-Desember. LDNU merencanakan pelatihan imam dan khatib muda di Universitas Airlangga dan wilayah Probolinggo Raya pada Desember.
Program lainnya meliputi Bahtsul Masail yang diselenggarakan LBM di Blitar pada 12-13 Desember serta Orkestrasi Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Warga NU yang digelar LPPNU di Kabupaten Blitar pada tanggal yang sama.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PWNU Jatim berupaya menjadikan Hari Santri Nasional 2026 bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kapasitas santri, serta memperluas kontribusi organisasi bagi masyarakat.
Di antara beragam agenda itu, HSN Soccer League 2026 menjadi salah satu kegiatan yang memadukan olahraga, kebersamaan, dan konsolidasi organisasi dalam satu arena.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi








