Friday, January 9, 2026
spot_img
HomePendidikanProf Ali Aziz Uraikan Empat Spirit Mengisi Waktu Pada Surah Al-‘Ashr di...

Prof Ali Aziz Uraikan Empat Spirit Mengisi Waktu Pada Surah Al-‘Ashr di Kajian Senja Al-Yasmin

Prof. Moh Ali Aziz (tengah) saat mengisi acara perdana “Kajian Rabu Senja Al-Yasmin” di Ballroom Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya, Rabu (7/1/2026). (foto: Al-Yasmin for Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Al-Qur’an Surah Al-‘Ashr mengajarkan empat spirit utama dalam memaknai dan mengelola waktu agar kehidupan manusia bernilai, baik di dunia maupun di akhirat. Hal itu disampaikan Moh Ali Aziz, Pembina Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya, saat mengisi “Kajian Rabu Senja Al-Yasmin” episode pertama, Rabu (7/1/2026).

Dalam kajian bertema “Menyongsong Esok Hari dengan Spirit Al-‘Ashr” di Ballroom Al-Yasmin, Prof Ali Aziz menekankan bahwa Surah Al-‘Ashr termasuk surat istimewa karena diawali dengan sumpah Allah atas waktu.

“Allah bersumpah demi waktu untuk mengingatkan bahwa kehidupan dunia sangat singkat, sementara kehidupan akhirat jauh lebih panjang. Karena itu, cara manusia menggunakan waktunya menjadi penentu,” ujarnya di hadapan puluhan peserta kajian.

Ia menjelaskan, sumpah atas waktu juga merupakan koreksi terhadap cara pandang manusia yang sering memberi label “waktu baik” atau “waktu sial” berdasarkan keberhasilan atau kegagalan pribadi. Menurut Ali Aziz, Al-Qur’an menegaskan bahwa waktu pada dasarnya netral; manusialah yang menentukan nilainya melalui perbuatan.

Dalam Surah Al-‘Ashr disebutkan bahwa seluruh manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang mampu memanfaatkan waktu dengan benar. Mengaji, bekerja, hingga aktivitas domestik seperti menyiapkan kebutuhan keluarga, kata Ali Aziz, dapat bernilai ibadah jika diniatkan dan dilakukan dengan tepat.

Bahkan, aktivitas sederhana yang mencegah kemudaratan juga memiliki nilai kebaikan. “Sesuatu yang terlihat biasa bisa bernilai ibadah jika menjauhkan orang dari perbuatan buruk,” katanya.

Ali Aziz mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki jatah waktu yang sama, yakni 24 jam sehari. Perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan, termasuk keselamatan atau kerugian di akhirat, terletak pada bagaimana waktu itu digunakan.

Empat Spirit Al-‘Ashr

Lebih jauh, Ali Aziz menguraikan empat spirit utama dalam Surah Al-‘Ashr. Pertama, iman, yang menjadi fondasi utama penggunaan waktu. Ia mengibaratkan iman sebagai cahaya yang menumbuhkan optimisme di tengah berbagai tantangan kehidupan.

Kedua, amal saleh. Menurutnya, iman tidak cukup berhenti pada keyakinan batin, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. “Islam bukan hanya soal keyakinan, tetapi juga gerak dan perbuatan yang membawa kebaikan,” ujarnya.

Spirit ketiga adalah saling menasihati dalam kebenaran. Iman dan kebaikan, kata Ali Aziz, tidak boleh berhenti pada diri sendiri, tetapi harus berdampak pada orang lain dan lingkungan sekitar.

Adapun spirit keempat ialah saling menasihati dalam kesabaran. Ini berarti kesediaan untuk tidak hanya memberi nasihat atau kritik, tetapi juga menerima masukan dengan lapang dada. “Kesabaran diperlukan agar kritik menjadi sarana perbaikan, bukan sumber konflik,” katanya.

Ali Aziz mengutip pandangan Imam Syafi’i yang menilai Surah Al-‘Ashr sebagai surat yang sangat lengkap dalam merangkum prinsip hidup manusia. Menjadi pribadi yang baik, menurutnya, bukan hanya mampu mengingatkan, tetapi juga siap dikritik dan diperbaiki.

Ia menambahkan bahwa kritik harus disampaikan dengan cara yang baik dan langsung, bukan dalam bentuk ghibah. Kritik yang benar, katanya, justru merupakan bentuk kasih sayang dan sarana pembelajaran yang dikirimkan Tuhan melalui sesama manusia.(*)

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular