Sunday, April 21, 2024
HomeLiburanKulinerPisang Goreng Hidangan Penutup Terbaik Dunia, Bagaimana Nilai Gizinya?

Pisang Goreng Hidangan Penutup Terbaik Dunia, Bagaimana Nilai Gizinya?

Ilustrasi. (foto: istimewa)

SURABAYA – Kuliner Indonesia kembali menduduki peringkat pertama kuliner terbaik di dunia. Kali ini, pisang goreng dinobatkan menjadi peringkat pertama best rate deep-fried desserts atau hidangan penutup goreng terbaik di dunia versi Taste Atlas 2023. Pisang goreng sendiri memperoleh nilai 4,6 dari 5.

Pada peringkat kedua, pisang goreng disusul oleh quarkballchen yang berasal dari Jerman dengan nilai 4,5 dari 5. Peringkat ketiga diduduki oleh pastelitos criollos yang berasal dari Argentina dengan nilai 4,5 dari 5. Sedangkan peringkat keempat diduduki oleh fouskakia dari Yunani dengan nilai 4,5 dari 5. Untuk peringkat kelima diduduki oleh krapfen dari Austria dengan nilai 4,4 dari 5.

Karena Taste Atlas adalah ensiklopedia daring yang memetakan makanan dan minuman dari seluruh dunia, dalam memberikan penilaian dan peringkat Taste Atlas mengandalkan penilaian dari ahli gastronomi. Sejauh ini, Taste Atlas telah memetakan lebih dari 10.000 makanan dan minuman.

Lalu bagaimana nilai gizi dari pisang goreng hingga ia terpilih menjadi hidangan penutup terbaik?

Untuk menjawabnya, redaksi menghubungi pakar gizi, Dr. Siti Rahayu Nadhiroh, SKM., MKes. Ia memaparkan bahwa dalam satu iris pisang goreng sekitar 20 gram mengandung energi sebanyak 70 kkal, protein sebanyak 1 gram, karbohidrat sebanyak 16 gram, serat sebanyak 2 gram, dan gula sebanyak 2 gram.

“Sehingga zat gizi unggulan dalam produk ini adalah serat yang memenuhi 7% angka kecukupan gizi atau AKG, karbohidrat yang memenuhi 5% AKG, dan energi yang memenuhi 4% AKG,” ujar Nadhiroh pada media ini.

Nadhiroh menambahkan bahwa serat adalah zat gizi yang baik untuk mencegah konstipasi, memaksimalkan penyerapan zat gizi dari makanan, memelihara kesehatan usus, dan lain sebagainya.

“Sedangkan karbohidrat sendiri berguna untuk menyuplai kebutuhan energi yang utama,” imbuhnya.

Ahli Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Dr. Siti Rahayu Nadhiroh. (foto: istimewa)

Ketua Pusat Halal NU Jatim itu juga, menyampaikan bahwa mengonsumsi pisang goreng tidak akan berbahaya selama tidak berlebihan.

“Akan tetapi, akan lebih baik untuk mengonsumsi pisang goreng yang dibuat sendiri di rumah. Hal ini dikarenakan kebersihannya dapat terjaga dan menghindari penggunaan minyak goreng berulang yang kerap dilakukan pedagang pisang goreng jalanan,” tukasnya.

Terakhir, Nadhiroh memperingatkan terkait fenomena banyaknya varian rasa ataupun topping untuk pisang goreng.

“Pisang goreng lebih baik disajikan secara original. Karena varian rasa dan topping tersebut mengubah kandungan gizi yang ada dalam pisang goreng original,” pungkas dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga itu.

(mar/pkip/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular