Friday, May 24, 2024
HomeEkonomikaPerkokoh Ekonomi Kerakyatan, KERIS Rekomendasikan 318 Pedagang Mobil Rongsokan se-Jabodetabek Dapat KUR

Perkokoh Ekonomi Kerakyatan, KERIS Rekomendasikan 318 Pedagang Mobil Rongsokan se-Jabodetabek Dapat KUR

Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (KERIS) dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed (kiri) saat melakukan kunjungan ke Garasi Bandar Rongsokan milik H. Achmad Fauzy yang merupakan Ketua Umum ASMORO dan Ketua YAKORMA yang juga Partnership and Resource Director Pusat Bisnis Ekonomi Rakyat KERIS di Jalan Irigasi, Desa Sukamana, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/3/2023). (foto: cakrawarta)

JAKARTA – Dalam upaya mempercepat dan memperkokoh ekosistem ekonomi rakyat berbasis pedagang mobil rongsokan yang dinaungi Asosiasi Mobil Rongsokan (ASMORO) dan Yayasan Kerukunan Orang Madura (YAKORMA), Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (KERIS) dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed melakukan kunjungan ke Garasi BARONG (Bandar Rongsokan) milik H. Achmad Fauzy Barong yang merupakan Ketua Umum ASMORO dan Ketua YAKORMA yang juga Partnership and Resource Director Pusat Bisnis Ekonomi Rakyat KERIS di Jalan Irigasi, Desa Sukamana, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/3/2023)

Didampingi Meihadir Ahmad SH Operational Director Pusat Bisnis Ekonomi Rakyat KERIS yang juga Ketua Umum Asosiasi Petani Nelayan Indonesia (APKLI), Ali Mahsun menegaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan guna merespon realitas dan harapan 318 pedagang mobil rongsokan Se-Jabodetabek.

“Ada terobosan cerdas ASMORO dan YAKORMA yang telah sukses menyatukan lapak mereka di Jonggol Bogor yang mana didukung teknologi digital. Karena itu, KERIS segera tetapkan dan resmikan Jonggol Bogor sebagai Pusat BARONG Nasional dan Pusat ASMORO Indonesia,” ujar Ali Mahsun dalam keterangannya pada media ini, Minggu (12/3/2023).

Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dan Universitas Indonesia itu, di BARONG Jonggol tersebut telah ada 153 kavling tanah yang dimiliki pedagang mobil rongsokan dari Jatiasih dan Bambu Apus Jakarta juga dari Parung Bogor dan Krukut Depok.

“Kita sedang berupaya untuk yang lainnya sehingga 318 pedagang mobil rongsokan se-Jabodetabek bersatu membuka lapak di Jonggol. Untuk itu, kita sangat berharap kepada KERIS bisa memberikan jalan terkait dengan ganti modal usaha kami tatkala modalnya dipergunakan untuk pengadaan rumah sekaligus lapak usaha dengan bunga murah dan terjangkau,” tutur Achmad Fauzy kepada Ali Mahsun.

Ali Mahsun kembali menegaskan bahwa pihaknya mengapresiasi upaya Ahmad Fauzy yang telah melakukan terobosan cerdas untuk menyatukan para pedagang mobil rongsokan dengan rumah dan lapak usaha milik sendiri melalui BARONG di Jonggol tersebut. Karena, menurutnya, selama lebih dari 35 tahun mereka nomaden sehingga sekian lama keuntungannya habis untuk sewa kontrak, memperbaiki tempat dan seringkali tidak disewakan lagi.

Untuk itu, dalam upaya percepat dan memperkokoh ekosistem ekonomi rakyat berbasis pedagang mobil rongsokan maka, pihak KERIS, lanjut Ali Mahsun, akan melakukan pendampingan dari hulu hingga hilir kepada seluruh pedagang mobil rongsokan sehingga usaha dan ekonominya maju berkembang dan unggul di era digital dan hidupnya sejahtera berkeadilan, serta punya rumah dan lapak usaha milik sendiri.

“Dan seijin dan sesuai dengan harapan ASMORO dan YAKORMA, dalam waktu dekat KERIS akan menetapkan dan meresmikan Jonggol sebagai Pusat BARONG Nasional dan Pusat ASMORO Indonesia. Kami juga merekomendasikan 318 pedagang mobil rongsokan Se-Jabodetabek ini agar mendapatkan kucuran KUR dengan bunga 6% dari Bank Syariah Indonesia, BTN atau bank lainnya. Langkah ini juga dilakukan untuk ekosistem ekonomi rakyat lainnya,” tegas pria berkumis yang juga Ketua Umum Asosiasi PKL Perjuangan itu.

(bm/bus/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular