Sunday, April 21, 2024
HomePolitikaNasionalPenelitian Menunjukkan Regulasi Pemerintah Berdampak Signifikan Terhadap Perkembangan Hoaks

Penelitian Menunjukkan Regulasi Pemerintah Berdampak Signifikan Terhadap Perkembangan Hoaks

Hoaks dan Regulasi pemerintah
ilustrasi. (the guardian)

SURABAYA – Kemajuan teknologi membuat berbagai informasi dapat diperoleh melalui media sosial dalam hitungan detik. Sayangnya, tak jarang informasi tersebut adalah hoaks. Berita hoaks yang berkembang dengan pesat tersebut sungguh membahayakan.

Melihat kenyataan tersebut, tim PKM Statistika Universitas Airlangga (Unair) melakukan penelitian terkait pengaruh perkembangan berita hoaks di Indonesia. Penelitian tersebut diketuai oleh Christopher Andreas yang beranggotakan Sakinah Priandi  dan Antonio Nikolas Manuel Bonar Simamora.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi hoaks yang terus meningkat, khususnya selama masa pandemi Covid-19. Apalagi banyak sekali hoaks terkait Covid-19 dan vaksin Covid-19 yang terus bermunculan. Untuk itu, kami ingin meneliti dan berusaha mencari jalan keluar berdasarkan hasil analisis agar perkembangan berita hoaks ini dapat diminimalisir,” jelas Christopher dalam keterangan yang diterima oleh redaksi cakrawarta.com, Rabu (25/8/2021).

Lebih lanjut, M. Fariz Fadillah, M.Si, selaku dosen yang membimbing dan mendampingi kegiatan penelitian ini juga membenarkan hal tersebut.

“Tentu perkembangan berita hoaks adalah masalah kita bersama. Untuk itu, diharapkan hasil penelitian seperti ini bisa memberi rekomendasi bagi pemerintah, media, maupun masyarakat umum guna bersama – sama melawan perkembangan hoaks,” ungkap Fariz.

Penelitian ini diawali dengan melakukan survei sebagai kegiatan pengumpulan data. Survei tersebut dilakukan kepada lebih dari 400 responden yang tersebar di setiap provinsi di Indonesia yang sesuai dengan kriteria responden penelitian. Selanjutnya, tim juga menganalisis dan melakukan pemodelan struktural dengan metode Structural Equation Modeling – Partial Least Square.

“Metode itu sebagai landasan dalam membuat rekomendasi kebijakan terkait upaya menurunkan perkembangan hoaks di Indonesia,” imbuh Christopher.

Tim PKM Statistika Unair tersebut menemukan bahwa faktor internal dan regulasi pemerintah berpengaruh signifikan terhadap perkembangan berita hoaks di media sosial. Oleh sebab itu, lanjutnya, langkah-langkah seperti pemberian edukasi pada masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia akan menurunkan perkembangan berita hoaks di Indonesia.

“Selain itu, pemerintah juga dapat menyederhanakan atau memperjelas regulasi terkait dengan penyebaran berita hoaks. Lebih lanjut, media dan masyarakat umum juga dapat berperan guna melawan perkembangan hoaks dengan cara saling memberi edukasi dan tidak ikut menyebar berita yang tidak jelas kebenarannya,” jelas ketua tim tersebut.

Pada akhir, ia juga menjelaskan bahwa hasil penelitian telah disampaikan dalam kegiatan The 5th International Conference on Computing, Mathematics, and Statistics (iCMS 2021) dengan mengangkat judul “Analysis of The Effect of Hoax News Development in Indonesia Using Structural Equation Modeling-Partial Least Square“. Bahkan, dalam kesempatan itu berhasil meraih penghargaan Kategori Best Paper.

“Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh UiTM Kedah Malaysia pada 4-5 Agustus 2021. Kegiatan penelitian ini telah mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dalam Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2021. “Kami berharap agar hasil penelitian ini bisa menjadi landasan atau rujukan bagi pihak terkait guna bersama – sama melawan perkembangan berita hoaks di Indonesia,” pungkas Christopher.

(pkip/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular