Sunday, July 14, 2024
spot_img
HomeSosial BudayaMengawali Perayaan Idul Adha di Gontor

Mengawali Perayaan Idul Adha di Gontor

Rektor Universitas Darussalam Gontor, Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi saat menyampaikan tentang alasan dibalik penetapan Hari Idul Adha pihaknya seusai sesi khutbah di Masjid UNIDA Gontor, Ponorogo, Minggu (16/6/2024). (foto: rafel/cakrawarta)

Ponorogo, – Sayup-sayup terdengar lantunan takbir di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sejak Jumat (15/6/2024) malam. Perbedaan penetapan Idul Adha yang mendahului keputusan Pemerintah ini dikarenakan menurut PMDG, penetapan waktu pelaksanaan Idul Adha berkaitan dengan ibadah haji di Mekkah.

“Puasa Arafah Sabtu 15 Juni 2024, salat Idul Adha pada Minggu 16 Juni 2024. Sesuai ijtihad dan keputusan pimpinan PMDG,” tutur Humas PMDG Riza Ashari melalui siaran pers, Jumat (14/6/2024).

Di Masjid UNIDA Gontor, setelah sesi Khutbah Idul Adha, Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi menyampaikan tentang alasan dibalik penetapan Hari Idul Adha PDMG.

“PMDG pada hari ini berbeda dengan pemerintah. Pasti ada yang bertanya-tanya. Ada 2 pendapat mengenai penghitungan rukyat dan hisab. Kita mengikuti yang hisab. Biasanya sholat Idul Adha umat Islam, mengikuti yang ada di Mekkah. Artinya shaumul Arafah 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan di sana ketika wukuf di Arafah,” ujar Prof. Hamid seusai sesi khutbah Idul Adha, Minggu (16/6/2024).

Lebih lanjut, Prof. Hamid menjelaskan perbedaan ini ada di level yang diperbolehkan atau level ijtihadiyah.

“Ini perbedaan yang dibolehkan, sebab ada di level ijtihadiyah. Benar dapat dua, salah dapat satu. Sama seperti ada yang berqunut dan tidak qunut saat Sholat Subuh. Yang qunut dapat pahala, yang tidak qunut tidak dapat dosa,” terangnya.

Suasana Masjid UNIDA Gontor Ponorogo seusai pelaksanaan solat Idul Adha, Minggu (16/6/2024). (foto: rafel/cakrawarta) 

Selain PMDG, masjid-masjid sekitar juga berlebaran di hari yang sama. Di antaranya Masjid Dzinurain yang juga berlokasi di Desa Gontor Kecamatan Mlarak juga mengadakan Sholat Idul Adha di hari yang sama.

Terkait perbedaan ini, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki mengatakan pentingnya toleransi ketika ada perbedaan penetapan Hari Idul Adha.

“Kita berharap dengan hasil sidang isbat ini, seluruh umat Islam di Indonesia dapat merayakan Idul Adha bersama-sama. Tapi perlu diketahui oleh seluruh masyarakat, jika di kemudian hari ada perbedaan dalam melaksanakan ibadah yang berkaitan dengan Idul Adha, kami berharap semuanya bisa mengedepankan harmoni dan toleransi serta tidak menonjolkan perbedaan yang ada,” tuturnya usai memimpin Sidang Isbat (Penetapan) Awal Zulhijah, di Jakarta, pada Jumat (7/6/2024) pekan lalu.

(rafel/tommy)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular