Berita Terpercaya Tajam Terkini

Meme Bayar SPP Pakai GoPay Akhirnya Jadi Kenyataan

Contoh meme yang beredar saat Nadiem Makarim dipanggil ke Istana Negara Jakarta oleh Presiden Joko Widodo untuk membantu Presiden dengan menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (foto: istimewa)

JAKARTA – Saat Nadiem Makarim ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) Menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), muncul meme bahwa kelak pembayaran SPP cukup pakai GoPay, salah satu fitur dalam aplikasi Gojek, startup Yang dibesut Nadiem sebelum menjadi Menteri.

Namun, rupanya meme itu menjadi kenyataan. Kimi,  orang tua dan wali murid kini dapat membayar SPP dan biaya pendidikan lain seperti buku, seragam dan kegiatan ekstrakurikuler dengan GoPay. Pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi Gojek di fitur GoBills. Saat ini ada sekitar 180 lembaga
pendidikan seperti pesantren, madrasah, sekolah dan tempat kursus di Indonesia yang telah terdaftar di GoBills.

Hal ini sejalan dengan strategi GoPay untuk tetap menjadi dompet digital terdepan di Indonesia melalui inovasi dan pengembangan fungsi. Baru-baru ini, IPSOS perusahaan riset global, mengungkapkan GoPay sebagai dompet digital yang memiliki loyalitas pengguna tertinggi, dilihat dari jumlah pengguna yang tetap menggunakan GoPay meskipun tanpa promosi.

Arno Tse, Senior Vice President Sales GoPay, menjelaskan, “Sebagai uang elektronik yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, GoPay terus meningkatkan loyalitas pengguna dengan selalu menawarkan kemudahan dan kebebasan dalam bertransaksi; dari membayar berbagai layanan Gojek, tagihan, pajak, hingga donasi. Layanan terbaru ini membebaskan orang tua dan wali murid untuk membayar pendidikan anak dimana saja dan kapan saja tanpa harus hadir ke sekolah. Orang tua yang sibuk dapat fokus dengan kepentingan lain seperti pekerjaan tanpa khawatir akan melewatkan tenggat pembayaran.”

Sejak diluncurkan pertama kali di tahun 2017, GoBills telah berkembang menjadi sebuah fitur lengkap yang memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk membayar berbagai jenis tagihan; tidak hanya pendidikan, pengguna setia Gojek dapat menggunakan fitur GoBills untuk membayar tagihan sehari-hari seperti air, listrik, pulsa, BPJS kesehatan, internet, TV kabel, asuransi, pajak hingga zakat.

“Selain memudahkan para orang tua, lembaga pendidikan yang tergabung juga ikut merasakan manfaat transaksi digital, di antaranya penerimaan iuran yang jelas dan pencatatan transaksi yang lebih rapi dan teratur. Kami berharap dapat menjangkau lebih banyak lagi lembaga pendidikan di seluruh Indonesia untuk menerapkan pembayaran digital,” tutup Arno.

Di bidang pendidikan, GoPay telah membantu Madrasah Miftahul Akhlaqiyah di Ngaliyan di Semarang, Universitas Tarumanegara dan Universitas Bunda Mulia untuk mengimplementasikan QRIS. Di awal tahun 2019, GoPay juga telah menjadi uang elektronik pertama yang membangun ekosistem non-tunai dengan 50 SMK di Jakarta Utara.

Untuk diketahui, GoPay adalah layanan uang elektronik yang paling banyak dipakai di Indonesia. Sebagai bagian dari
ekosistem Gojek, perusahaan on-demand berbasis aplikasi terbesar di Indonesia, GoPay memiliki misi membantu jutaan keluarga Indonesia untuk memiliki akses kepada berbagai layanan dan produk jasa keuangan. Di tahun 2019, Gojek melalui GoPay masuk sebagai satu-satunya perusahaan Indonesia di daftar perusahaan yang mengubah dunia majalah Fortune.

(bm/bti)

Comments are closed.